Ia mendorong seluruh asosiasi dan perusahaan asuransi untuk berkolaborasi dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya asuransi.

“Rendahnya literasi asuransi bukan hanya persoalan pengetahuan, tetapi juga berdampak langsung pada ketahanan usaha. Dengan perlindungan asuransi, UMKM bisa lebih siap menghadapi risiko,” jelasnya.

Menurutnya, asuransi juga mendukung pembiayaan produktif pemerintah, seperti program Kredit Usaha Rakyat (KUR), yang menjadi motor penggerak ekonomi daerah.

KUR Tembus Rp217,1 Triliun, Dorong UMKM Naik Kelas

Hingga 17 Oktober 2025, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) telah mencapai Rp217,1 triliun, disalurkan kepada 3,69 juta pengusaha UMKM di seluruh Indonesia.

Dari total penyaluran tersebut, 60,6% atau Rp129 triliun dialokasikan untuk sektor produksi, yang diharapkan dapat memberikan multiplier effect terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

“Melalui perlindungan asuransi, penyaluran kredit dan akses pembiayaan bagi pengusaha UMKM diharapkan dapat terus meningkat,” tambah Maman.

Ia meyakini, dengan sinergi pemerintah, lembaga keuangan, dan sektor asuransi, pembiayaan bagi UMKM akan terus tumbuh dan berdampak positif bagi ekonomi nasional.

Sinergi Asuransi dan UMKM Dorong Ketahanan Ekonomi

Maman menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat ekosistem UMKM yang tangguh dan adaptif terhadap perubahan global.