Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Nusa Tenggara Timur itu menandaskan, dia bersama istri sangat terharu, ketika Le’ Tiara mengaku bercita-cita ingin jadi pendeta. “Keinginan yang luhur, sebab dia ingin melayani. Kalau Tiara nantinya benar-benar mau ikut bersama kami, kami akan mewujudkan cita-citanya. Kasi kuliah di Sekolah Tinggi Teologia,” tandas Zet Tadung Allo.
Kesediaan keluarga Zet Tadung Allo mengadopsi Le’ Tiara, direspon positif Arifin Laning, om kandung Le’ Tiara. Dia pun menyatakan apresiasi yang tinggi kepada Zet Tadung Allo dan istrinya. “Kami sangat berterima kasih kepada Pak Zet dan ibu yang bersedia mengadopsi Tiara. Kami sangat terharu dengan kesediaan beliau. Kami keluarga besar akan rapat untuk memutuskan. Tapi kami mohon waktu, karena Tiara sudah kelas lima. Mungkin baiknya setelah dia tamat SD, baru ke Jakarta,” ujar Arifin Laning, pensiunan BRI, saat dimintai tanggapannya.
Sekedar tahu, Le’ Tiara adalah anak bungsu dari pasangan almarhum Jhon Hermen Fanggidae, dan almarhumah Serly Maria Oktavia Selan. Pasangan suami-istri ini meninggal ketika terjadi lakalantas maut, di Jalan Raya Fatumetan, Kecamatan Batu Putih, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Orang tua Le’ Tiara ditabrak mobil dinas Kejaksaan Negeri TTS, pada bulan Desember tahun 2024 lalu. (*)
