Ba’a, RakyatNTT.ID Begitu suara sirine menggema di udara, Mama Maria Leba (49) buru-buru menggandeng tangan anaknya menuju sebuah lapangan tak jauh dari rumahnya.

Di sana, puluhan warga sudah berkumpul. Aparat kelurahan dan petugas berseragam sibuk mencatat nama, sementara tenaga kesehatan memeriksa kondisi warga lanjut usia.

Pagi itu, Kamis (16/10/2025), suasana di RT 07, 08, 09, dan 10 Kelurahan Namodale, jantung Kota Ba’a, berubah menjadi “lapangan Latihan” menghadapi cuaca ekstrem. Pemerintah Kabupaten Rote-Ndao bersama Program SIAP SIAGA NTT menggelar gladi lapangan Rencana Kontinjensi Cuaca Ekstrem — sebuah simulasi untuk menguji sejauh mana kesiapan masyarakat ketika ancaman cuaca buruk benar-benar datang.

Dalam simulasi tersebut, warga keempat RT terpadat pendudukanya di Kelurahan Namodale ini berlatih menghadapi skenario hujan deras dan angin kencang yang menyebabkan genangan air, kerusakan rumah, dan gangguan listrik.

“Beta baru tahu, ternyata tanda sirine itu artinya kita harus segera ke titik kumpul,” ujar Mama Yohana sambil tersenyum lega.

Suara sirine dari pengeras suara terus meraung di sudut-sudut kampung. Di sisi lain, para staf kelurahan dan para petugas BPBD membantu proses evakuasi sambil berkoordinasi dengan berbagai instansi. Mereka mencatat waktu respons, kesiapan logistik, serta kemampuan tim medis menangani situasi darurat.