So’E, RakyatNTT.ID Bupati Timor Tengah Selatan (TTS), Eduard Markus Lioe, S.IP., S.H., M.H., akhirnya mengeluarkan pernyataan resmi terkait insiden keracunan massal yang dialami ratusan pelajar usai mengonsumsi makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Jumat, 3 Oktober 2025.

Dalam konferensi pers di ruang rapat kerja Bupati pada Senin (6/10/2025), Bupati TTS menjelaskan bahwa program MBG hari itu menyasar 16 lembaga pendidikan, terdiri dari:

  • 3 PAUD
  • 5 Taman Kanak-Kanak
  • 4 Sekolah Dasar
  • 2 Sekolah Menengah Pertama
  • 2 Sekolah Menengah Atas/Kejuruan

Namun, pelaksanaan MBG di SMPN 1 SoE tidak sempat dilakukan akibat kekurangan makanan. Sementara di lokasi lain, seperti SD GMIT SoE 2, muncul gejala muntah-muntah yang diduga akibat keracunan makanan MBG.

384 Pelajar Terdampak, Pemerintah Daerah Bertindak Cepat

Dari data yang disampaikan Bupati Eduard Markus Lioe, total 384 pelajar dan balita mengalami gejala keracunan. Berikut sebarannya:

  • SD GMIT SoE 2: 202 sisa
  • SDI Oenasi: 70 siswa
  • SDI SoE: 29 siswa
  • SD Advent: 13 siswa
  • TK Oenasi: 20 siswa
  • SMP Advent: 12 siswa
  • SMA Karya: 9 siswa
  • SDI Maleset: 6 siswa
  • Posyandu Kota Baru: 6 orang
  • SMK Kristen: 6 siswa
  • Posyandu Bhayangkari: 3 orang
  • TK Advent: 2 siswa
  • PAUD Cendana: 2 siswa
  • Posyandu Maleset: 2 siswa
  • Posyandu Nonohonis: 1 siswa
  • TK Ora Et Labora: 1 siswa

“Dari total korban, 382 anak sudah pulih dan kembali ke rumah masing-masing, sementara dua lainnya sempat dirawat hingga Sabtu siang dan kini telah dinyatakan sembuh,” ujar Bupati.

Langkah Cepat Penanganan dan Evaluasi Program

Pemkab TTS langsung berkoordinasi dengan Forkopimda dan membentuk Satgas MBG yang dipimpin Wakil Bupati untuk melakukan penanganan darurat. Beberapa langkah strategis di antaranya:

  • RSUD Soe diminta mengerahkan seluruh sumber daya untuk menangani korban.
  • Dinas Kesehatan mengerahkan tenaga medis dari berbagai puskesmas dan membuka posko di beberapa titik strategis.
  • BPBD dan Dinas Sosial mendirikan tenda darurat dan menyediakan tempat tidur lipat (velbed).
  • Pengambilan sampel makanan MBG dari dapur dan sekolah untuk diperiksa oleh BPOM Kupang dan Labnakes Kupang.

Evaluasi dan Langkah Pencegahan

Sebagai langkah antisipatif, Pemerintah Kabupaten TTS memutuskan untuk menghentikan sementara pendistribusian MBG dari Dapur Kota SoE 1 sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

Bupati Eduard juga memerintahkan Koordinator Wilayah MBG untuk:

  • Meminta Koordinator Wilayah MBG Kabupaten TTS untuk menghentikan sementara pendistribusian paket MBG ke sekolah/posyandu dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gisi (Dapur Kota SoE 1) sampai dengan waktu yang akan ditentukan.
  • Meminta Koordinator Wilayah MBG Kabupaten TTS untuk melaporkan peristiwa keracunan MBG ini ke Koordinator Wilayah
  • Memerintahkan Satgas MBG Kabupaten TTS untuk lebih sering melakukan monitoring dan evaluasi (monev) ke empat (4) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gisi (Dapur MBG) yang berada di Kabupaten TTS.

“Kita harus pastikan kejadian serupa tidak terulang. Keselamatan anak-anak adalah prioritas,” tegas Eduard Markus Lioe. (rnc26)