Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Sedangkan peringkat pertama atau kontribusi terbesar adalah Kabupaten Badung (Bali) dengan total 12,32 persen dan Kota Denpasar di urutan kedua dengan 10,73 persen.
Selanjutnya, BPS mencatat 10 daerah dengan pertumbuhan ekonomi terendah di wilayah Bali Nusra pada Q2 2025. Kabupaten Sumba Barat Daya menjadi satu-satunya daerah dari NTT yang masuk kategori ini dengan menempati posisi ke-9. Pertumbuhan ekonomi Kabupaten SBD tercatat hanya 3,95 persen.
Daerah dengan pertumbuhan ekonomi terendah di wilayah Bali Nusra pada Q2 2025 adalah Kabupaten Sumbawa Barat (NTB) dengan -18,38%. Disusul Kabupaten Sumbawa (2,39%), Kota Bima (2,44%), Lombok Tengah (3,13%), Dompu (3,17%), Kabupaten Bima (3,42%), Lombok Barat (3,46%), Lombok Timur (3,87%), Sumba Barat Daya (3,95%) dan Lombok Utara (4,01%).
Menariknya, walaupun Kabupaten Sumbawa Barat menjadi daerah dengan pertumbuhan ekonomi terendah, namun menempati posisi kelima daerah dengan kontribusi ekonomi tertinggi di wilayah Bali Nusra pada Q2 2025 dengan total 5,11 persen.

Faktor Pertumbuhan Ekonomi
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), dua daerah di NTT yakni Kabupaten Manggarai Barat dan Sabu Raijua mencatat pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Bali Nusra pada Q2 2025.




WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

