Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Selain menghadapi perlambatan ekonomi, Apple juga terdampak oleh tarif ekspor baru yang diberlakukan oleh pemerintahan AS, yang memengaruhi rantai pasokan mereka di China dan India, dua negara yang menjadi basis manufaktur utama Apple.
Meskipun demikian, antusiasme terhadap iPhone 17 membuktikan kekuatan merek Apple dalam mempertahankan loyalitas konsumen di seluruh dunia.
Penjualan iPhone 17 dan Model Air Meledak di Pasar Global
Peluncuran iPhone 17 Series menuai sambutan luar biasa dari pasar internasional. Menurut data Counterpoint Research, pre-order iPhone 17 meningkat 14 persen dibandingkan model sebelumnya di pasar China dan Amerika Serikat.
Model terbaru, iPhone 17 Air, bahkan dinilai sejumlah analis mampu menyaingi produk flagship dari kompetitor asal Korea Selatan, terutama dalam hal efisiensi daya, kamera, dan performa chip AI.
Redam Kekhawatiran atas Perlambatan Sektor AI
Selain mendorong nilai saham, kesuksesan iPhone 17 juga disebut meredakan kekhawatiran investor terhadap perlambatan inovasi di sektor Artificial Intelligence (AI) yang sempat menekan sentimen pasar teknologi global.
Kinerja positif Apple ini sekaligus menunjukkan bahwa produk unggulan konsumen masih menjadi motor utama pertumbuhan industri teknologi, bahkan di tengah pergeseran tren ke arah AI dan otomasi. (*/rnc)
