(Menuju Undana Numero Uno)
oleh: Robert Kadang

Tiap perhelatan, punya momentum. Sekedar cari sensasi, atau malah bisa membunuh dalam kemesraan. Terkadang, yang baik dijelekin. Sebaliknya, si buruk dibuat seolah “aji mumpung”. Biar menarik empati. Biasalah..!

Akan halnya pemilihan rektor Undana menuju panggung kehormatan (numero uno). Diterpa berbagai isu. Sedikit miring, agar terkesan tidak menohok. Bak gosip, semakin digosok, semakin sip. Tapi, dunia akademisi mestinya tidak blunder. Dan, tidak terkontaminasi politik. Dinamika sah-sah saja, asal tidak kebablasan..!

Mencermati berbagai dinamika itu, sebagai jurnalis beta coba bijak, di garis tak berpihak. Tak ada kepentingan, selain mengungkap fakta di balik kejadian. Seperti itulah mestinya “paparazzi” dalam menyuguhkan sebuah reportase.

Dalam ngobrol pagi yang penuh chemistry dengan Prof. Apris Adu, Kamis (16/10/2025), dia berceloteh tentang IKOMA. Tadinya beta pikir itu semacam “makan ringan”. Tapi ternyata beta salah. Sangat keliru. IKOMA rupanya Ikatan Orang tua Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM).

Sang professor menjelaskan, IKOMA adalah perkumpulan orang tua mahasiswa yang terbentuk tanggal 3 Februari tahun 2004. Seiring berdirinya Fakultas Kesehatan Masyarakat yang berdiri pada 14 Agustus tahun 2001. Kala itu, orang tua mahasiswa FKM bersepakat membentuk IKOMA tersebut.