Menurut Gubernur Melki, angka tersebut bukan sekadar data administratif, melainkan potensi besar yang harus digerakkan dengan visi yang jelas agar menjadi energi perubahan untuk kemajuan daerah.

“Setiap pejabat fungsional adalah penggerak roda birokrasi, bukan pelengkap,” tegasnya.

Dorong Profesionalisme, Kolaborasi, dan Inovasi

Gubernur Melki juga menekankan pentingnya tiga semangat utama bagi para pejabat fungsional: profesionalisme, kolaborasi, dan inovasi. Ia menegaskan bahwa jabatan fungsional harus menjadi sumber gagasan segar dan solusi kreatif bagi birokrasi.

Iklan

“Jangan puas dengan cara-cara lama. Jadilah agen perubahan yang menghadirkan birokrasi adaptif dan lincah sesuai tuntutan zaman,” pesan Gubernur Melki.

Pembinaan dan Dukungan Berkelanjutan

Gubernur juga mengingatkan pentingnya peningkatan kompetensi, baik teknis maupun manajerial, serta dorongan dari setiap individu untuk terus mengembangkan diri.

Ia meminta pimpinan perangkat daerah agar memberikan dukungan, pembinaan karir, dan menciptakan lingkungan kerja yang suportif bagi pejabat fungsional dan pelaksana.

“Pejabat fungsional tidak boleh hanya fokus pada hal teknis, tapi juga berinisiatif mengambil peran dan berkontribusi bagi organisasi,” pungkasnya. (*/rnc)