Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Survei Abta menunjukkan 87% warga Inggris berlibur dalam setahun terakhir, baik di dalam maupun luar negeri. Bahkan, banyak yang menyebut liburan sebagai pengeluaran paling penting, mengalahkan hiburan, gadget, dan aktivitas rekreasi lainnya.
CEO Abta Mark Tanzer menilai tren penggunaan AI dalam industri pariwisata mencerminkan perubahan gaya hidup dan kebiasaan konsumen lintas sektor.
“Tantangan bagi industri perjalanan adalah memanfaatkan potensi AI untuk mendukung bisnis tanpa kehilangan sentuhan personal dari agen atau operator tur berpengalaman,” ujar Tanzer.
Penggunaan AI untuk Liburan Naik Dua Kali Lipat
Penggunaan AI dalam merencanakan liburan meningkat dua kali lipat dibanding tahun lalu. Survei terhadap 2.000 responden dewasa di Inggris pada Juli 2025 mencatat bahwa 8% menggunakan AI untuk mencari inspirasi liburan — naik dari 4% pada 2024.
Generasi muda juga lebih sadar pentingnya keseimbangan hidup. Sebanyak 90% responden usia 25–34 tahun menganggap liburan penting untuk kesehatan mental, lebih tinggi dibanding rata-rata nasional 80%.
Selain itu, mereka dua kali lebih mungkin memilih destinasi dan hotel ramah lingkungan — 20% dibanding 10% pada kelompok usia lebih tua.
Kesadaran Lingkungan Tinggi, Tapi Biaya Masih Jadi Tantangan
Meskipun kesadaran terhadap pariwisata berkelanjutan meningkat, beberapa pihak menilai faktor biaya masih menjadi hambatan.
