Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Kondisi ini berlanjut pada kuartal II (Q2) 2025, ketika pengapalan smartphone turun 3,5% secara tahunan (YoY), menjadikannya penurunan terburuk di Asia Tenggara.
Sebagai perbandingan, pasar smartphone di Vietnam juga turun 1,7%, namun masih lebih baik daripada Indonesia. Sementara itu, negara lain di kawasan mencatat pertumbuhan positif: Filipina (17,2%), Malaysia (7,8%), Thailand (4%), dan Singapura (2%).
Menurut analis IDC Malaysia, Hoon Yik Phang, pertumbuhan di Malaysia didorong oleh meningkatnya minat konsumen pada smartphone murah di bawah US$100 (Rp1,6 juta). Pergeseran perilaku ini menunjukkan konsumen mencari opsi lebih terjangkau di tengah ketidakpastian ekonomi.
Fenomena Global, Dampak Lokal
Fenomena Gen Z meninggalkan smartphone untuk dumb phone menjadi tren yang menarik, sekaligus menandakan adanya perubahan pola konsumsi digital. Jika tren ini berlanjut, bukan tidak mungkin pasar smartphone premium semakin tertekan, terutama di negara-negara dengan daya beli rendah. (*/rnc)
