oleh: Robert Kadang

Tidaklah berlebihan, bila sosok Fransiscus Go punya mimpi mulia. Dia ingin mengubah wajah pertanian di Kampung Maumolo, agar bergeliat lagi dari sisi ekonomi dan kesejahteraan. Sejak dulu, masyarakat Kefamenanu di Timor Tengah Utara, tidak terkecuali warga Kuan Maumolo, mengenal secara dekat keluarga Fransiscus Go. Di mata mereka, keluarga ini sangat peduli dan membantu. Falsafah hidup tolong menolong ini yang mengakar hingga ke anak cucu sampai sekarang.

“Kalo orang Kefa mau beli sembako, terutama beras, pasti ke Toko Sembilan Jaya. Dulu, dia satu-satunya toko sembako di Kota Kefa. Kami kurang uang ju, orang tua Pak Frans tidak masalah. Mereka terima saja,” ungkap Leonardus Sife, tokoh adat Maumolo, saat dimintai tanggapannya, Sabtu (4/10/2025).

Hubungan kekerabatan yang baik itu, terpelihara dan terus dijaga. Karenanya, ajakan Ketua Yayasan Felix Maria Go (YFMG), Fransiscus Go: mari memulai ide dari Maumolo. Apa yang pernah dicapai sebelumnya, kita buat lebih hebat lagi. Pernyataan yang sungguh mulia nan elegant. Dikatakannya, YFMG datang ke Maumolo dengan tiga karya dasar: karya pendidikan, karya kesehatan dan karya sosial ekonomi kemasyarakatan.

“Kita memulai dengan pengadaan air bersih yang lancar sepanjang tahun. Masyarakat Maumolo tidak boleh menunggu bantuan pemerintah semata, tetapi bangkit dahulu bergerak. Niscaya, jika pemeritah pusat dan daerah melihat ada gerakan positif masyarakat, maka pasti bantuan akan datang. Pak bupati sudah berbisik ke saya, bawah beliau akan perhatikan pembangunan jalan dan infrastruktur lainnya,” ujar Fransiscus Go.