Empat artikel risetnya bahkan pernah dijadikan rujukan WHO dalam menetapkan standar pengolahan limbah, bukti nyata bahwa riset lokal bisa memberi dampak global.

“Setiap dosen yang punya jaringan riset internasional harus difasilitasi agar kita tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga produsen pengetahuan,” tegasnya.

Kolaborasi Internasional

Sebagai langkah nyata, pada 3 Oktober 2025, Prof. Yantus dijadwalkan bertemu tim riset dari Segi University Malaysia untuk merancang kerja sama penelitian. Agenda mencakup penentuan topik riset potensial, peluang matching grant, hingga penyusunan dokumen kerja sama.

Iklan

Dampak Global dan Manfaat Lokal

Pengakuan internasional ini membuka peluang besar bagi Undana untuk mendapatkan proyek riset bernilai miliaran rupiah. Selain meningkatkan income generating universitas, riset juga diyakini bisa menggerakkan perekonomian masyarakat.

Meski begitu, Prof. Yantus menegaskan bahwa tujuan akhir riset bukan sekadar sitasi atau peringkat, melainkan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Muara dari riset adalah untuk masyarakat. Kita bisa berprestasi dengan resources yang ada, asal bekerja sama dengan tim yang tepat,” pungkasnya.

Prestasi ini tidak hanya mengangkat nama Prof. Yantus, tetapi juga menjadi bukti kapasitas peneliti Undana sekaligus tantangan institusional untuk membangun budaya riset yang kolaboratif, berkelanjutan, dan berdampak nyata di kancah internasional. (*/rnc)