Ba’a, RakyatNTT.ID Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, pada Minggu (12/10/2025) turun langsung menemui warga Desa Bo’a, Kecamatan Rote Barat, yang kembali menggelar aksi demonstrasi di depan Hotel Nihi Rote milik PT Bo’a Development.

Aksi ini merupakan kali ketiga warga memprotes penutupan akses menuju Pantai Bo’a, pantai ikonik yang selama ini menjadi ruang publik masyarakat sekitar.

Aksi Protes Ketiga Terkait Penutupan Akses Pantai Bo’a

Warga Desa Bo’a telah berulang kali menyuarakan penolakan atas kebijakan penutupan akses menuju pantai. Pada aksi sebelumnya, Jumat (9/10/2025), warga bahkan memblokir jalan utama menuju Hotel Nihi Rote sebagai bentuk kekecewaan karena hilangnya akses publik ke Pantai Bo’a.

Dalam dialog terbuka bersama warga, Bupati Paulus Henuk menerima berbagai pertanyaan, salah satunya mengenai unggahan aktivis lingkungan Erasmus Frans Mandato yang mengkritik kebijakan penutupan jalan menuju pantai.

Bupati Paulus Henuk: “Benar, Jalan ke Pantai Bo’a Sudah Ditutup”

Pertanyaan warga tersebut dijawab tegas oleh Bupati Paulus Henuk di hadapan massa aksi.

“Apakah jalan yang diposting Pak Mus tentang penutupan jalan benar ada ditutup? Saya katakan benar ditutup. Tidak ada yang bisa membantah itu,” tegas Paulus Henuk.

Pernyataan itu diulang beberapa kali oleh Bupati untuk memperjelas posisi pemerintah daerah.

“Untuk ketiga kalinya saya sampaikan, jalan setapak yang semula berada di tanah Pemda dan dikerjasamakan dengan PT Bo’a itu sudah ditutup. Cukup clear ya, itu sudah ditutup,” ujarnya menegaskan.

Pernyataan tegas tersebut sontak memicu reaksi dari warga yang hadir.

Warga Pertanyakan Kasus Erasmus Mandato

Mendengar pengakuan langsung dari Bupati, warga kemudian mempertanyakan dasar penetapan Erasmus Frans Mandato sebagai tersangka, mengingat unggahannya terbukti sesuai dengan kenyataan di lapangan.

“Kalau begitu, kenapa postingan Erasmus dikatakan hoaks, lalu dia dijadikan tersangka bahkan sempat ditahan?” tanya salah satu warga dengan nada tinggi.

Menanggapi hal itu, Bupati Paulus Henuk menjawab singkat,

“Soal hoaks dan tidak hoaks, itu penegak hukum yang menilai,” ucapnya, disambut sorakan warga.

Pemerintah Daerah Tegaskan Sikap

Meski suasana sempat memanas, Bupati Rote Ndao tetap berupaya menenangkan massa aksi. Ia menegaskan kembali bahwa posisi Pemkab Rote Ndao sudah jelas, dan keputusan terkait jalan menuju Pantai Bo’a bersifat final.

“Bapak dan ibu dengarkan dulu. Pernyataan saya sudah clear di awal. Jalan yang semula digunakan masyarakat sekarang sudah ditutup. Clear, kan,” pungkasnya. (*/rnc)