Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Jakarta, RakyatNTT.ID — Risiko usaha bisa datang kapan saja dan menjadi ancaman serius bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Mulai dari kebakaran, banjir, pencurian, hingga kecelakaan kerja, berbagai risiko tersebut dapat menghentikan aktivitas bisnis dalam sekejap.
Untuk itu, asuransi untuk UMKM dinilai menjadi penopang penting agar pelaku usaha tidak mudah tumbang di tengah ketidakpastian.
Asuransi Jadi Penopang UMKM di Tengah Risiko
Direktur Operasional PT Kita Indonesia Plus (WE+), Milza Oktavira, menegaskan bahwa asuransi bukan beban, melainkan instrumen penting untuk menjaga kelangsungan usaha.
Dengan premi yang terjangkau, pelaku UMKM bisa melindungi aset, stok, hingga diri sendiri dari potensi kerugian besar.
Milza menyebut, WE+ menyediakan beragam produk proteksi untuk UMKM, antara lain:
- Asuransi kebakaran dan perlindungan gudang/stok
- Asuransi cash in safe
- Asuransi pengiriman barang
Ia menekankan, UMKM tidak perlu menunggu bisnisnya besar untuk mulai memikirkan perlindungan. “Mulailah dari proteksi dasar agar bisnis tidak rapuh saat terkena musibah,” ujarnya.
Kualitas Produk dan Legalitas Tak Kalah Penting
Topik proteksi usaha ini melengkapi pemaparan Nihan Saputro, Ketua Tim Sertifikasi Sistem Manajemen Keamanan Pangan Olahan BPOM RI, yang menegaskan pentingnya mutu pangan olahan bagi keberlanjutan bisnis.
Menurutnya, legalitas izin edar dan sertifikasi pangan bukan sekadar formalitas, tetapi bukti tanggung jawab kepada konsumen sekaligus tiket masuk ke pasar ritel modern dan ekspor.
Senada dengan itu, Irwan Widjaja, Ketua Bidang UMKM Asosiasi Pengusaha Pemasok Pasar Modern Indonesia (AP3MI), mengingatkan bahwa tanpa NIB, sertifikat halal, dan dokumen legal lainnya, produk UMKM sulit dipercaya oleh jaringan ritel besar.
“Legalitas adalah paspor utama untuk lolos kurasi,” katanya.
Sinergi Kreativitas, Mutu, dan Proteksi
Menutup sesi Kelas UMKM Online ke-VI yang diselenggarakan Aprindo, Ketua HRN 2025 Hans Harischandra menekankan pentingnya sinergi tiga pilar utama UMKM: kreativitas produk, regulasi, dan perlindungan usaha.
Menurutnya, UMKM akan lebih tangguh dan kompetitif jika berani berinovasi, menjaga mutu produk, dan melengkapi diri dengan asuransi usaha.
Dengan begitu, pelaku UMKM siap menghadapi risiko, sekaligus memperluas pasar hingga tingkat global. (*/rnc)





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

