Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Saat ini, saya, memang tinggal di Kota Kupang, tetapi saya lahir di sebuah kampung. Namanya Kampung Nara, di Manggarai Barat, Flores, NTT. Tepatnya di Desa Watu Galang, Kecamatan Mbeliling.
Di kampung itu, termasuk kampung tetangga Lokot yang membentuk desa tersebut, ada banyak produk. Iya, banyak, dan saya tidak sedang karang-karang tentang itu. Ada, misalnya, padi, jagung, ubi-ubian, kacang-kacangan, sayur-mayur, pisang, kelapa, sukun, nangka, mangga, rambutan, buah naga, kemiri, cengkeh, dan vanili. Juga ada pohon-pohonan seperti ampupu (Eucalyptus urophylla) dan mahoni (Swietenia mahagoni). Ternak seperti kerbau, sapi, babi, dan kambing ada. Ayam apalagi.
Itu produk kampung itu. Semuanya, jelas, hasil kerja keras para penduduknya yang, saya tahu, berhati baik dan bekerja keras, di desa itu, secara turun-temurun, dari generasi ke generasi, dari jaman ke jaman. Produk tersebut, pada gilirannya, tentu, menghidupi warga desa secara cukup dan relatif mampu membiayai pendidikan putra-putrinya.
Buktinya, dari desa itu lahir para pastor, pendidik, perawat, petani, dan berbagai panggilan hidup lainnya yang, secara langsung atau tidak, ikut serta membuat bangsa ini dan, bahkan, dunia, dalam konteks tertentu, secara lebih baik.




WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

