Jakarta, RakyatNTT.ID Pertarungan sengit akan tersaji di Grup B Babak Keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, di mana Timnas Indonesia, Arab Saudi, dan Irak akan saling berhadapan pada Oktober 2025.

Dari tiga negara ini, hanya juara grup yang akan lolos langsung ke Piala Dunia 2026. Sementara runner-up grup harus berjuang lagi di putaran kelima demi tiket ke playoff antarkonfederasi. Adapun peringkat ketiga dipastikan gugur.

Artinya, target Timnas Indonesia di bawah asuhan Patrick Kluivert jelas: menyapu bersih laga kontra Arab Saudi (9 Oktober 2025) dan Irak (12 Oktober 2025) untuk menjaga asa ke Piala Dunia 2026.

Iklan

1. Pertahanan Timnas Indonesia: Banyak Berproses dari Babak Awal

Tidak seperti Arab Saudi dan Irak, Timnas Indonesia memulai perjuangan sejak babak pertama Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.
Hingga kini, Garuda telah memainkan 18 pertandingan — jumlah terbanyak di antara dua rivalnya.

Rekor Timnas Indonesia:

  • 8 menang, 4 imbang, 6 kalah
  • 29 gol dicetak
  • 28 gol kebobolan

Kebobolan terbanyak terjadi di babak ketiga Grup F, di mana Indonesia harus menghadapi tim kuat seperti Jepang, Australia, Arab Saudi, China, dan Bahrain.

Namun Garuda menunjukkan progres positif, terutama saat dua kali bertemu Arab Saudi di babak ketiga:

Sementara melawan Irak, Indonesia masih punya PR besar — kalah dua kali (1-5 dan 0-2) di babak kedua saat masih dilatih Shin Tae-yong.
Hasil tersebut jadi bahan evaluasi besar bagi Patrick Kluivert menjelang duel Oktober ini.

2. Pertahanan Arab Saudi: Efisien dan Disiplin

Timnas Arab Saudi tampil konsisten di sepanjang Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Dari 16 pertandingan, The Green Falcons mencatat:

  • 7 kemenangan, 5 seri, 4 kekalahan
  • 19 gol dicetak
  • 11 gol kebobolan saja

Dengan hanya kebobolan 11 kali, Arab Saudi memiliki pertahanan jauh lebih solid dibanding Timnas Indonesia (28 kali kebobolan).

Kerap bermain disiplin dengan pressing tinggi dan blok bertahan rapat, tim asuhan Hervé Renard dikenal sulit ditembus, apalagi di kandang sendiri.

3. Pertahanan Irak: Kokoh dan Produktif

Tak kalah tangguh, Timnas Irak menunjukkan keseimbangan sempurna antara bertahan dan menyerang.

Dari 16 laga, Irak mencatat:

  • 10 kemenangan, 3 imbang, 3 kalah
  • 26 gol dicetak
  • 11 gol kebobolan

Catatan ini membuat Irak dan Arab Saudi sama-sama memiliki pertahanan terkuat di Grup B.

Namun Irak lebih berbahaya secara ofensif karena produktivitas golnya yang tinggi.

Dijuluki Singa Mesopotamia, Irak dikenal dengan gaya bermain agresif dan transisi cepat yang kerap membuat lawan kesulitan bertahan.

Dengan data ini, Irak dan Arab Saudi tampil sebagai dua tim dengan pertahanan paling solid di Grup B, sementara Indonesia masih terus berbenah untuk menyeimbangkan lini serang dan belakang.

Namun dengan motivasi tinggi dan performa meningkat di bawah Kluivert, Garuda bisa saja jadi kuda hitam yang mengguncang dominasi dua raksasa Asia Barat tersebut. (*/rnc)