“Setiap rupiah anggaran harus dipantau secara transparan, dengan sinergi LP3M dan SPI, serta pengelolaan keuangan yang konsisten dengan kegiatan akademik,” kata Prof. Apris.

Reformasi SDM

Prof. Apris juga mengakui rasio dosen masih tinggi dan jumlah profesor terbatas. Ia menawarkan program akselerasi SDM lokal berorientasi global, yakni dosen muda didorong melanjutkan studi S3 dengan beasiswa, mentoring akademik terstruktur dan tenaga kependidikan dilatih untuk layanan akademik modern.

“Dengan langkah ini riset Undana makin kuat, publikasi internasional meningkat, dan SDM semakin kompetitif,” tegas Prof. Apris.

Iklan

Kemandirian Keuangan

Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Undana ini juga menegaskan pentingnya meningkatkan pendapatan non-akademik tanpa membebani mahasiswa. Strateginya adalah pemanfaatan aset kampus seperti laboratorium, gedung, dan sport center.

Selain itu, memanfaatkan unit usaha berbasis riset agro-maritim dan kerja sama industri. Target peningkatan pendapatan non-akademik hingga 50% dalam 4–5 tahun.

Sebagai anak NTT, Prof. Apris menutup pemaparannya dengan tekad menjadikan Undana nakhoda perubahan. “Kita tidak sekadar bertahan menghadapi gelombang, tetapi harus memimpin arah perubahan dari Nusa Tenggara Timur untuk Indonesia dan dunia,” tutup Prof. Apris.

Profil Prof. Apris Adu

Nama lengkap: Prof. Dr. Ir. Apris A. Adu, S.Pt., M.Kes
Tempat dan tanggal lahir: Kupang, 13 Agustus 1976