Namun, ia juga menekankan kekuatan Undana, yakni aset dan modal yang terus tumbuh, sistem digital yang mulai tersedia, peningkatan publikasi ilmiah, kesiapan SDM, serta budaya transparansi yang kuat.

Visi dan Isu Strategis

Visi yang ditawarkan Prof. Apris sederhana tetapi bermakna besar. “Menjadikan Universitas Nusa Cendana unggul, inklusif, dan berdampak, mendorong transformasi berkelanjutan melalui digitalisasi, pluralisme ilmu, dan inovasi wilayah.”

Prof. Apris mengatakan untuk mencapainya, ada lima isu strategis yang harus dijawab. Pertama mengangkat keunggulan agro-maritim ke panggung global. Kedua, menjadikan digitalisasi sebagai mesin transformasi. Ketiga membangun tata kelola PTNBH transparan dan berbasis outcome. Keempat, menyiapkan SDM berdaya saing global. Dan, kelima, mewujudkan kemandirian keuangan melalui diversifikasi pendapatan.

Iklan

Visi tersebut dijabarkan ke dalam lima misi pokok, yakni:

  • Internasionalisasi Tridharma berbasis agro-maritim dan lahan kering kepulauan.
  • Transformasi digital terintegrasi.
  • Tata kelola PTNBH akuntabel dan berbasis outcome.
  • Pengembangan SDM berdaya saing global.
  • Kemandirian keuangan berbasis optimalisasi aset.

Strategi dan Program

Untuk mewujudkan visi tersebut, Prof. Apris menawarkan cascading program dengan empat klaster prioritas, yakni pertama; kesehatan dan ketahanan pangan meliputi program makan bergizi gratis, pencegahan stunting, hingga pemberdayaan pangan local dan kolaborasi lintas fakultas seperti Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, Pertanian, dan Ekonomi.