Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Menurut Viktor, saat ditemukan, kondisi jasad korban telah dipenuhi lalat dan belatung. Keluarga menduga korban mengalami kekerasan sebelum meninggal. Keyakinan keluarga bahwa korban bukan bunuh diri semakin diperkuat dengan adanya luka sayatan pada kepala korban, yang ditemukan keluarga sebelum korban dimakamkan pada Sabtu (6/9/2025) di kampung halamannya, Desa Ngera, Kecamatan Keo Tengah.
Desakan agar polisi transparan mengusut tuntas penyebab kematian Vian Ruma tidak saja datang dari keluarga. Para kerabat yang mengenal sosok korban ikut menyuarakan hal yang sama melalui media sosial. Bahkan dalam kegiatan Akbar Mbay Youth Day, OMK se-Kevikepan Mbay juga mendesak Polres Nagekeo untuk mengusut tuntas kasus kematian sahabat mereka, Vian Ruma.
Kerabat korban menduga Vian Ruma dianiaya terlebih dahulu baru digantung, seolah-olah korban bunuh diri. Ada beberapa kejanggalan dalam kasus kematian Vian Ruma yang dirangkum media ini dari postingan-postingan kerabat korban di Facebook. Antara lain, kaki korban masih menyentuh bale bambu (naja); Sepeda motor korban ditemukan di luar pondok, faktanya medan dari jalan umum ke pondok sangat sulit dilalui kendaraan. (*/rnc)



WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

