Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Kupang, RakyatNTT.ID – Calon Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana), Prof. Dr. Jefri S. Bale, ST., M.Eng menjadi satu dari tiga kandidat yang lolos ke pemilihan putaran II.
Dalam pemungutan suara tertutup di aula Rektorat Undana, Kamis (25/9/2025), Prof. Jefri meraih 24 suara atau peringkat kedua setelah Prof. Apris A. Adu yang mendapat 25 suara.
Ia pun bersyukur bisa mendapatkan kepercayaan dari senat dan lolos ke pemilihan putaran II. Ia mengatakan proses penyaringan berjalan dengan baik dan menghasilkan tiga kandidat yang akan masuk ke tahap selanjutnya.
“Proses berikut akan melibatkan kementerian, jadi kita akan mengikuti seluruh aturan, seluruh tata tertib yang ditetapkan oleh panitia sampai kepada waktu pelaksanaan dan juga proses di antara ini, karena di antara putaran pertama dan putaran kedua ini akan ada proses verifikasi terhadap para calon rektor dan juga wawancara dengan kementerian,” jelas Prof. Jefri.
Wakil Rektor IV Undana ini mengatakan jika ia dipercayakan oleh senat untuk menjadi rector, maka apa yang telah dinarasikan saat pemaparan visi-misi akan dilaksanakan untuk mewujudkan transformasi Undana ke depan. “Transformasi Undana menuju World Class – Locally Relevant University,” kata Prof. Jefri.
Ia yakin dari proses pemilihan ini, Undana akan memperoleh pemimpin yang disepakati oleh seluruh senat dan kementerian. “Yang pasti Tuhan berkenan atas pemimpin yang baru bagi Undana, saya rasa itu,” tutup alumni Universitas Indonesia ini.
Transformasi Undana
Sebelumnya, dalam pemaparan visi-misi, Prof. Jefri merumuskan empat program transformasi utama, yakni pertama; transformasi kelembagaan dan SDM meliputi tata kelola transparan dan akuntabel, penguatan sistem informasi dan layanan terpadu, peningkatan kompetensi SDM berbasis talenta dan akreditasi unggul nasional maupun internasional.
Selanjutnya, kedua; transformasi penelitian dan pengabdian masyarakat meliputi diversifikasi skema riset dan luaran, incubator bisnis fakultas dan riset center, hilirisasi hasil riset, paten, dan HAKI dan penguatan laboratorium unggulan lahan kering.
Ketiga; transformasi pembelajaran adaptif meliputi optimalisasi kurikulum OBE, digitalisasi layanan akademik, modernisasi fasilitas kampus, ruang belajar, dan co-working space dan sertifikasi kompetensi mahasiswa dan publikasi ilmiah.
Keempat; transformasi kolaborasi dan kemitraan meliputi peningkatan jumlah MOU/MOA internasional, penguatan jaringan alumni global, konsorsium riset internasional dan pusat karir dan sertifikasi bagi mahasiswa dan alumni. (rnc)
