Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Kupang, RakyatNTT.ID – Anggota DPRD Kota Kupang dari Partai Perindo, Otniel Benyamin Selan mengapresiasi program Ina Kasih yang dilaunching Wakil Wali Kota Kupang, Sabtu (20/9/2025).
Menurutnya, program ini merupakan bentuk kepedulian terhadap perempuan khususnya remaja putri dan disabilitas. Oleh karena itu, sebagai wakil rakyat ia memberikan dukungan.
“Ini sebagai bentuk kepedulian terhadap kaum perempuan, khususnya remaja putri, yang akan tumbuh dan berkembang. Saya memberikan dukungan penuh,” kata Ketua DPD Partai Perindo Kota Kupang ini.
Menurutnya, masyarakat juga menyambut baik program ini, sehingga ke depan perlu diperluas dan diperbanyak. Ia juga menyarankan adanya sosialisasi Kesehatan reproduksi kepada para remaja putri.
Hal ini sebagai bentuk pencegahan terhadap kanker serviks. “Jadi kita tidak sebatas membagikan bantuan, tapi sekaligus mengedukasi masyarakat tentang ancaman kanker serviks,” ujarnya.
Sebelumnya, Wakil Wali Kota Kupang, Serena C. Francis melaunching Program Ina Kasih (Intervensi Peduli Akses Pembalut Gratis bagi Perempuan Pra-Sejahtera) di Taman Nostalgia Kupang, Sabtu (20/9/2025).
Dalam sambutannya, Serena mengatakan harga pembalut yang rata-rata Rp26.000 per pax kerap menjadi beban keluarga berpenghasilan rendah. “Bagi keluarga dengan penghasilan Rp800 ribu per bulan, biaya pembalut bisa menyedot hingga 13 persen dari pendapatan. Pemerintah tidak boleh menutup mata terhadap kondisi ini,” ujarnya.
Lebih jauh, Serena juga menekankan perlunya menghapus stigma tabu seputar menstruasi. Menurutnya, edukasi menjadi salah satu tujuan penting dari program ini agar perempuan tidak lagi merasa terpinggirkan hanya karena hal yang bersifat alamiah.
Program Ina Kasih pada tahap awal menyasar 1.275 perempuan prasejahtera berusia 10–45 tahun. Bantuan berupa pembalut gratis ini juga mendukung Instruksi Presiden RI terkait percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem dan akan terus dimonitor secara berkala.
Nama Ina Kasih memiliki makna khusus, “Ina” berarti perempuan dalam bahasa lokal, sementara “Kasih” adalah identitas Kupang sebagai Kota Kasih.
“Program ini bukan sekadar bantuan pembalut, melainkan simbol empati, kepedulian, dan kasih sayang pemerintah bagi perempuan Kupang,” jelas Serena.
Ia berharap, selain meringankan beban ekonomi, Ina Kasih mampu meningkatkan partisipasi pendidikan dan pekerjaan perempuan.
“Kami ingin remaja putri tidak absen sekolah karena menstruasi dan perempuan bekerja tanpa terbebani pilihan sulit antara membeli pembalut atau kebutuhan pokok,” tambahnya. (rnc)
