So’E, RakyatNTT.ID — Ketua Forum Pemerhati Demokrasi Timor (FPDT) Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Dony Tanoen, SE, menyoroti dugaan rekayasa bantuan pangan TTS yang mencuat ke publik.

Kasus ini terjadi di Desa Salbait, Kecamatan Mollo Barat, di mana perangkat desa bersama pendamping TKSK (Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan) dituding melakukan manipulasi dokumentasi penyaluran beras bantuan pemerintah.

Menurut Dony, sedikitnya 12 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dijadikan alat untuk memenuhi laporan fiktif. Warga diminta berfoto dengan karung beras, padahal isinya jerigen kosong bahkan tempat ludah.

“Beras 24 karung sebenarnya masih ada di kantor desa, tapi warga justru dibawa ke rumah sekretaris desa untuk difoto dengan karung yang isinya bukan beras. Foto itu lalu diunggah sebagai bukti penyaluran,” ujar Dony, Jumat (26/9/2025).

Lebih lanjut, Dony menyebut praktik itu diakui langsung oleh pendamping TKSK saat klarifikasi bersama Kadis Sosial TTS.

Bahkan, warga dimintai Rp30.000 per orang untuk biaya distribusi 20 kilogram beras dari kantor desa ke rumah masing-masing. Namun, setelah laporan penyaluran dikirim, 24 karung beras tersebut hilang.

FPDT bersama sejumlah wartawan telah turun langsung ke Desa Salbait. Kepala desa yang sedang sakit usai operasi mengaku belum menerima laporan resmi terkait hilangnya bantuan.