Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
So’E, RakyatNTT.ID – Kepala Desa (Kades) Salbait, Melkias E. Manbait, akhirnya buka suara terkait dugaan hilangnya 24 karung beras bantuan pangan dan praktik manipulasi data yang diduga dilakukan sekretaris desa bersama dua Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK).
Kasus ini mencuat setelah beredar informasi bahwa warga dipotret membawa karung beras yang ternyata berisi jirigen kosong, jagung, pasir, hingga wadah ludah sirih pinang sebagai bukti distribusi bantuan.
Klarifikasi Kades Salbait
Melkias mengaku tidak mengetahui persoalan ini karena sejak April 2025 dirinya sakit dan menjalani operasi. Selama pemulihan, ia mempercayakan tugas pelayanan desa kepada sekretarisnya.
“Saya tidak tahu karena sejak April saya sakit dan operasi. Semua pelayanan saya serahkan ke sekretaris,” jelasnya kepada RakyatNTT.ID, Sabtu (27/9/2025).
Ia baru mengetahui kasus tersebut setelah dikonfirmasi Camat Mollo Barat serta informasi dari warga sekitar.
“Saya tidak pakai HP Android, jadi baru tahu setelah diberitahu camat dan tetangga,” ungkapnya.
Tindak Lanjut dan Sikap Tegas
Setelah mengetahui kabar itu, Melkias mencoba menghubungi sekretaris desa, kaur, dan kepala dusun. Namun, semua nomor tidak aktif. Ia menegaskan sudah melaporkan kasus ini ke Camat.
Jika terbukti bersalah, ia berjanji akan menonaktifkan perangkat desa yang terlibat dan menyerahkan kasus ini ke proses hukum. “Kalau terbukti, tentu mereka harus nonaktif, dan biar hukum yang menilai,” tegasnya.
Dugaan Manipulasi dan Pelecehan Warga
Melkias mengaku kecewa karena perangkat desa bahkan warga tidak melaporkan langsung kepadanya. Ia menilai tindakan memotret warga dengan karung berisi benda lain adalah pelecehan martabat orang Timor.
“Beras itu tidak hilang, tapi dihilangkan. Ini perbuatan melawan hukum dan sangat merendahkan warga,” ucapnya.
Ia menegaskan bantuan pangan dari pemerintah bersifat gratis dan tidak ada pungutan apapun.
Investigasi Dinas Sosial dan TKSK
Sementara itu, salah satu TKSK bernama Riko Bees mengaku beras sebanyak 24 karung hilang di Kantor Desa. Jumlah itu setara 10 kilogram per karung untuk 12 penerima pengganti.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten TTS menegaskan akan melakukan pemeriksaan BAP kepada pegawainya yang lalai, serta mendorong masyarakat untuk melaporkan kasus ini ke aparat penegak hukum. (rnc26)





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

