Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Ba’a, RakyatNTT.ID – Suasana di Mapolres Rote Ndao, Senin (8/9/2025), mendadak tegang. Ratusan mahasiswa, keluarga, dan masyarakat Rote Barat turun ke jalan menuntut pembebasan Erasmus Frans Mandato, tokoh pariwisata sekaligus aktivis lingkungan hidup yang ditahan sejak 1 September 2025.
Meski hujan deras mengguyur, massa tetap bertahan di halaman Polres. Mereka menilai penahanan Erasmus bukan sekadar perkara hukum, melainkan simbol pembungkaman demokrasi di Kabupaten Rote Ndao.
Penahanan Erasmus Frans Dinilai Kriminalisasi
Salah satu orator dalam aksi menyebut Erasmus atau akrab disapa Mus Frans sebagai pejuang wisata dan ekonomi lokal. “Ia membangun pariwisata Rote Barat bersama keluarga. Tapi hari ini, suara itu justru dipenjarakan,” seru orator dari atas mobil komando.
Massa menuding penahanan Erasmus merupakan upaya membungkam kritik atas pengelolaan wisata Pantai Bo’a oleh PT Bo’a Development. Kritiknya di Facebook tentang penutupan akses pantai berujung laporan polisi hingga penahanan dirinya.
Kapolres Didemo, Massa Ancam ke Polda NTT
Kapolres Rote Ndao, AKBP Mardiono, S.ST, M.KP, sempat menemui massa dan menawarkan dialog. Namun tawaran itu ditolak. Menurut perwakilan demonstran, sebelumnya keluarga Erasmus sudah mengajukan audiensi pada 3 September 2024, tetapi tidak digubris.
