Fransiscus Go menambahkan, Maumolo memiliki kekayaan budaya dan sumber daya yang luar biasa. “Tugas kita adalah mendampingi, agar potensi ini bisa dikelola dengan baik. Sehingga, desa tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga pusat pertumbuhan ekonomi dan sosial. Harapan kami, program ini menjadi contoh, bahwa ketika masyarakat desa diberi kesempatan dan pendampingan yang tepat, mereka dapat berdiri tegak, sejahtera, dan bangga dengan identitasnya sendiri,” kata Frans Go, sapaan akrabnya.

* Sekilas tentang Kampung Maumolo
Kampung Maumolo terletak di Kelurahan Bansone, Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kampung ini dihuni sekira 900 kepala keluarga, dengan mayoritas masyarakat menggantungkan hidup pada sektor pertanian.

Secara administratif, Maumolo merupakan bagian dari Kelurahan Bansone yang memiliki lebih dari 4.000 jiwa penduduk dengan kepadatan sekira 317 jiwa per kilometer persegi. Meski berada di wilayah perkotaan Kefamenanu, Maumolo masih menghadapi masalah sosial-ekonomi. Banyak keluarga masuk kategori miskin, dipengaruhi faktor pendidikan, lapangan kerja terbatas, serta jumlah tanggungan keluarga yang tinggi.

Dahulu, Maumolo dikenal sebagai salah satu sentra sayur-mayur yang memasok kebutuhan warga di Kota Kefamenanu. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, masyarakat menghadapi tantangan serius akibat kekeringan dan keterbatasan air bersih. Banyak warga terpaksa membeli air tangki untuk kebutuhan sehari-hari, bahkan untuk mandi dan kebutuhan rumah tangga pun seringkali sulit dipenuhi. Kondisi ini berdampak pada menurunnya produktivitas lahan pertanian yang sebelumnya menjadi tumpuan ekonomi keluarga.