Sementara itu, Kepala Biro Hukum dan Humas BGN Khairul Hidayati menyampaikan permohonan maaf atas insiden keracunan massal yang juga terjadi di Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah. “Kami minta maaf dan turut prihatin atas kejadian ini. BGN bersama seluruh pihak terkait bekerja keras memastikan penanganan kesehatan terbaik serta investigasi menyeluruh,” ujarnya.

Adapun tim investigasi bentukan BGN beranggotakan ahli kimia, farmasi, dan tenaga kesehatan berpengalaman. Mereka ditugaskan menelusuri berbagai kemungkinan penyebab mulai dari kontaminan biologis, kimiawi, hingga kemungkinan reaksi alergi atau faktor non-keracunan lain yang memicu gejala serupa pada anak.

Dengan langkah ini, BGN berharap pemerintah dapat segera memiliki pijakan ilmiah untuk mengambil keputusan cepat dan tepat demi menjamin keselamatan ribuan pelajar penerima program MBG di seluruh Indonesia. (*/rnc)