Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
“Bulan depan saya mulai beredar ke kementerian yang penyerapan anggarannya belum optimal. Kalau ada anggaran nganggur, langsung kita alihkan ke program lain yang manfaatnya bisa dirasakan rakyat,” tegasnya.
Target Ekonomi dan Defisit
APBN 2026 mencatat pendapatan negara Rp3.153,6 triliun, belanja Rp3.842,7 triliun, dengan defisit setara 2,68 persen PDB.
Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4 persen, inflasi 2,5 persen, serta menjaga stabilitas suku bunga SBN di 6,9 persen dan nilai tukar rupiah Rp16.500 per dolar AS.
Selain belanja sosial, APBN 2026 juga diarahkan untuk mendorong sektor swasta lewat penguatan peran Danantara, penempatan Rp200 triliun di Bank Himbara, serta reformasi perizinan. (*/rnc)
