Ba’a, RakyatNTT.ID Musibah kebakaran rumah menggegerkan warga Dusun Panamamen, Desa Suebela, Kecamatan Rote Tengah, Kabupaten Rote Ndao pada Kamis (31/7/2025) pagi sekitar pukul 10.00 WITA.

Rumah milik Depsi Anwar Anin hangus terbakar saat korban sedang membajak sawah di kompleks persawahan Lekadik yang berjarak sekitar 4 kilometer dari lokasi rumah.

Bangunan berukuran 5×7 meter dengan atap seng, dinding pelepah gewang, dan lantai tanah tersebut hangus terbakar, termasuk seluruh isinya, yakni padi 3 karung, 1 unit motor Supra Fit New lengkap STNK dan BPKB, 12 kursi plastik, 2 meja, 2 tempat tidur, 1 almari berisi pakaian, pupuk 2,5 karung, perabot dapur dan pakaian.

Kerugian diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah, meski bersyukur tidak ada korban jiwa.

Kapolsek Rote Tengah, Ipda Charles Rihi Pati, S.Sos, menjelaskan bahwa pihaknya langsung menuju lokasi bersama anggota dan Kaur Identifikasi Polres Rote Ndao, Aipda Ricky Henuk, SH, untuk melakukan olah TKP dan pengumpulan data (pulbaket).

Berdasarkan keterangan para saksi, yakni Paulus Oek (52), Elvis Oek (33), dan Novin Anin (42), kobaran api pertama kali terlihat sekitar pukul 10.00 WITA. Ketiganya sedang berada di rumah Novin untuk memotong babi ketika melihat asap hitam mengepul dari arah selatan.

Setibanya di lokasi, mereka menemukan rumah Depsi sudah terbakar hebat. Warga sekitar segera berdatangan dan mencoba memadamkan api dengan alat seadanya, namun api cepat membesar karena angin kencang dan struktur rumah yang mudah terbakar.

Keterangan Korban

Menurut pengakuan Depsi Anwar Anin, pagi itu ia sempat memasak air dan menanak nasi di dalam rumah menggunakan tungku batu, lalu meninggalkan anaknya yang masih berusia 7 tahun (Dirly Epson Anin) untuk membajak sawah.

Sekitar tiga jam kemudian, ia diberitahu oleh kerabatnya, Frengky Oek, bahwa rumahnya terbakar. Saat kembali, ia hanya bisa melihat sisa-sisa puing rumah yang sudah rata dengan tanah.

“Saya hanya tinggal berdua dengan anak saya sejak istri meninggalkan kami tahun 2021. Setiap pagi saya biasa menanak nasi untuk dibawa ke sawah, dan sisanya ditinggal untuk anak makan di rumah,” ujarnya penuh haru.

Rumah korban diketahui belum memiliki sambungan listrik PLN, dan masih menggunakan lampu pijar (tioek) sebagai penerangan. Rumah juga tidak memiliki dapur terpisah, sehingga aktivitas memasak dilakukan langsung di dalam rumah, yang diduga menjadi salah satu faktor penyebab kebakaran. (rnc12)