Setibanya di lokasi, mereka menemukan rumah Depsi sudah terbakar hebat. Warga sekitar segera berdatangan dan mencoba memadamkan api dengan alat seadanya, namun api cepat membesar karena angin kencang dan struktur rumah yang mudah terbakar.

Keterangan Korban

Menurut pengakuan Depsi Anwar Anin, pagi itu ia sempat memasak air dan menanak nasi di dalam rumah menggunakan tungku batu, lalu meninggalkan anaknya yang masih berusia 7 tahun (Dirly Epson Anin) untuk membajak sawah.

Sekitar tiga jam kemudian, ia diberitahu oleh kerabatnya, Frengky Oek, bahwa rumahnya terbakar. Saat kembali, ia hanya bisa melihat sisa-sisa puing rumah yang sudah rata dengan tanah.

“Saya hanya tinggal berdua dengan anak saya sejak istri meninggalkan kami tahun 2021. Setiap pagi saya biasa menanak nasi untuk dibawa ke sawah, dan sisanya ditinggal untuk anak makan di rumah,” ujarnya penuh haru.

Rumah korban diketahui belum memiliki sambungan listrik PLN, dan masih menggunakan lampu pijar (tioek) sebagai penerangan. Rumah juga tidak memiliki dapur terpisah, sehingga aktivitas memasak dilakukan langsung di dalam rumah, yang diduga menjadi salah satu faktor penyebab kebakaran. (rnc12)