Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Kupang, RakyatNTT.ID – Dalam rangka mewujudkan transparansi anggaran, ratusan paket pekerjaan konstruksi dan jasa konsultansi tahun anggaran 2025 di lingkup Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) diteken secara serentak.
Penandatanganan paket proyek bersama para penyedia jasa terpilih ini disaksikan langsung oleh Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena di Aula Fernandes, Kantor Gubernur NTT, Jumat (1/8/2025). Turut hadir Wakil Gubernur Johni Asadoma, anggota DPRD NTT, Ana Waha Kolin, Sekda Cosmas Lana, para pimpinan OPD, serta unsur kejaksaan dan kepolisian.
Dalam kegiatan tersebut, secara simbolis ditandatangani dua paket pekerjaan, yaitu satu paket fisik dan satu paket pengawasan. Paket fisik yang ditandatangani adalah proyek Penanganan Long Segment Ruas Jalan Seba – Ege di Kabupaten Sabu Raijua senilai Rp1.550.614.600. Proyek ini dikerjakan oleh CV. Perdana. Sedangkan paket pengawasan teknis proyek tersebut dikerjakan oleh PT. Bapta Perkasa Konsultan, dengan nilai kontrak Rp99.900.000.
Kepala Dinas PUPR Provinsi NTT, Benny Nahak dalam laporannya menyampaikan bahwa total paket pekerjaan fisik yang akan dikerjakan tahun ini berjumlah 139 paket, dengan total anggaran sebesar Rp110,77 miliar. Selain itu, terdapat 64 paket pekerjaan pengawasan dengan total anggaran Rp92,43 miliar, dengan biaya jasa konstruksi Rp74,7 juta.
“Tujuan kegiatan ini adalah memberikan kepastian hukum dalam pelaksanaan kontrak, melindungi hak dan kewajiban para pihak, serta mendorong pelaksanaan proyek yang profesional, transparan, dan akuntabel,” ungkap Benny Nahak.
Sementara Gubernur Melki Laka Lena, dalam sambutannya, menekankan pentingnya kerja kolaboratif lintas sektor untuk menjamin mutu pekerjaan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Ini adalah kegiatan pertama setelah diberlakukannya undang-undang terbaru, dimana seluruh ekosistem pembangunan hadir dan bekerja bersama sejak tahap awal. Semangat gotong royong seperti inilah yang akan memperkuat kualitas pelaksanaan proyek,” katanya.
Ia juga mengingatkan semua pihak agar tidak mudah menyerah menghadapi tantangan, dan tetap mengedepankan integritas dalam bekerja.
Acara ini juga diisi dengan sesi pembekalan kepada para Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), penyedia jasa, serta pihak terkait lainnya, guna memperkuat pemahaman atas regulasi dan mekanisme pelaksanaan proyek yang baik dan benar.
Wagub Johni Asadoma yang menjadi pemateri pertama, mengingatkan PKK dan para penyedia jasa terpilih untuk bekerja dengan sungguh-sungguh dan memperhatikan kualitas pekerjaan. Sebab semua proses pekerjaan pasti diawasi banyak pihak, mulai dari inspektorat, aparat penegak hukum, pers hingga masyarakat umum. (rnc)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan