“Kekayaan budaya kita ini luar biasa. Oleh karena itu, di perayaan Kirab Budaya ini saya ingin menegaskan bahwa Melki-Johni dan seluruh jajaran akan memastikan bahwa kebudayaan akan menjadi bagian dari Pembangunan NTT ke depan,” ujar Melki.

Selain menjadi ajang pelestarian budaya, kegiatan Kirab Budaya ini menurut Gubernur Melki Laka Lena juga membuka peluang ekonomi kreatif, menghidupkan UMKM, dan meningkatkan kunjungan wisatawan.

“Seperti tadi sudah disampaikan, banyak rantai ekonomi yang bergerak dengan pelaksanaan Kirab Budaya hari ini. Ini bisa memberikan manfaat secara ekonomi bagi kita semua,” tambahnya.

Dinda, salah satu peserta kirab budaya ini mengaku senang bisa terlibat dalam event ini. Selain bisa menampilkan keunikan pakaian adat dari daerahnya, ia juga bisa menyaksikan secara langsung kekayaan budaya NTT melalui even ini.

“Beta senang bisa ikut lagi karnaval ini, pokoknya seru. Di sini beta bisa lihat banyak pakaian adat NTT yang bagus-bagus,” jelasnya.

Adapun rute Kirab Budaya NTT ini dimulai dari Alun-alun Rumah Jabatan Gubernur, kemudian berjalan menuju arah Polda NTT dan berlanjut ke arah Kuanino dan berakhir di Gereja Katedral Kristus Raja, Kupang. Para peserta diberi kesempatan untuk menampilkan atraksi budaya di tiga titik (Rumah Jabatan Gubernur, Gereja Koinonia dan depan Kantor OJK Kupang) untuk kemudian dinilai oleh para juri.