Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Penelitian membuktikan bahwa faktor-faktor ini berpengaruh nyata terhadap harga diri masyarakat. Sebuah studi di Kabupaten TTS menemukan bahwa korban perundungan di sekolah dasar mengalami penurunan harga diri dalam aspek penampilan, relasi, maupun keyakinan pribadi (Yustrivat Asa, 2023). Sementara itu, penelitian lain di Timor Tengah Utara menunjukkan bahwa rendahnya harga diri (self-esteem) berkorelasi langsung dengan lemahnya kemandirian murid asrama (Salem, 2022). Artinya, rasa minder bukan hanya persoalan psikologis individual, melainkan masalah struktural yang berakar sejak usia dini.
Lebih jauh, terdapat sebuah penelitian yang menegaskan bahwa self-efficacy (keyakinan bahwa seseorang mampu mengatasi tantangan) berhubungan erat dengan resiliensi psikologis. Rendahnya keyakinan ini bisa meningkatkan risiko psikologis serius, bahkan sampai pada pikiran bunuh diri (Dewi & Demang, 2021). Kondisi ini menegaskan pentingnya membangun rasa percaya diri bukan hanya untuk kesuksesan sosial, tetapi juga untuk kesehatan mental generasi Timor.
Namun, kita tidak boleh terjebak dalam narasi pesimistis. Minder bukanlah takdir orang Timor. Justru budaya kita menyimpan sumber kepercayaan diri yang luar biasa: ketangguhan menghadapi alam keras, solidaritas dalam komunitas, serta kekayaan budaya yang diakui dunia, seperti tenun tais yang sarat makna filosofis. Nilai-nilai inilah yang seharusnya menjadi modal untuk berdiri sejajar dengan siapa pun, bukan untuk menundukkan kepala.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan