Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
“Festival ini bertujuan menjaga agar seni, tradisi, dan budaya TTS tetap hidup di tengah perubahan zaman, menanamkan tanggung jawab generasi muda untuk merawat warisan budaya, serta menjadikan budaya sebagai bagian integral dari pembangunan,” ungkapnya.
Ia juga berpesan agar peserta menjadikan festival sebagai ajang kebersamaan, kreativitas, dan sportivitas, bukan sekadar mengejar juara.
Acara pembukaan turut dihadiri oleh pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten TTS, pejabat Kementerian Kebudayaan, Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XVI NTT, Balai Bahasa NTT, Balai Penjamin Mutu Pendidikan NTT, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, FORKOPIMDA TTS, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta para tenaga pendidik dari berbagai jenjang pendidikan. (rnc26)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan