Dia berharap, setelah mengikuti pelatihan keterampilan ini, para peserta bisa mengembangkan usahanya untuk menunjang kemnadirian ekonomi keluarganya. “Mereka yang pemula bisa belajar lalu perlahan buka usaha jualan kue. Sementara yang sudah ada usaha atau UMKM, bisa lebih mengembangkan lagi usahanya. Kalau yang di Desa Maumolo, kita beri pelatihan cara buat kue rumahan, karena bahan bakunya banyak di desa itu,” tambah Ratna.

Sekedar tahu, “Pelatihan Keterampilan Warga Menuju Kemandirian Ekonomi” tersebut, diselenggarakan Yayasan Felix Maria Go dan Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Kupang (Ikamansa) Angkatan ’87, serta didukung oleh “Bedah UMKM Fransiscus Go”. Menurut Direktur Yayasan Felix Maria Go, Fransiscus Go, kemandirian sebuah keluarga dimulai dari tangan-tangan yang terampil. Karena itu, program ini adalah wujud nyata kepedulian YFMG untuk memastikan setiap rumah tangga di Kefamenanu dan Maumolo, memiliki fondasi ekonomi yang kuat, yang dibangun oleh anggotanya sendiri demi masa depan yang lebih cerah.

“Keterampilan yang kita tanamkan hari ini, adalah warisan terbaik untuk generasi mendatang di Timor Tengah Utara. Ini bukan sekadar pelatihan, melainkan investasi jangka panjang dalam martabat dan kemandirian setiap insan di tanah ini. Dari tangan terampil, lahir ekonomi mandiri. Itulah tujuan Yayasan Felix Maria Go untuk masyarakat Kefamenanu dan Maumolo,” tandas Frans Go.