Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Kupang, RakyatNTT.ID — Universitas Nusa Cendana (Undana) kembali menunjukkan komitmen terhadap pembangunan daerah melalui pendidikan, dengan melepas 1.737 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) tahun 2025, Jumat (4/7/2025).
Pelepasan berlangsung di pelataran Gedung Rektorat Undana dan dihadiri oleh Rektor Prof. Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M.Sc., jajaran pimpinan kampus, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), serta para peserta KKN. Ini adalah bagian dari inisiatif strategis bertajuk “Undana Berdampak”.
“Mahasiswa KKN adalah duta Undana. Di mata masyarakat desa, kalian punya nilai tersendiri. Tugas kalian adalah mengharumkan nama almamater lewat kerja nyata dan sikap integritas,” pesan Prof. Maxs dalam sambutan resminya.
Sebaran Lokasi KKN Mahasiswa Undana
- Kupang Kota (Kampus Undana): 37 kelompok
- Kabupaten Kupang: 27 kelompok
- TTS: 36 kelompok
- TTU: 15 kelompok
- Belu: 17 kelompok
- Alor: 24 kelompok
- Sumba Timur: 11 kelompok
Mahasiswa berasal dari tujuh fakultas, kecuali Fakultas Peternakan dan Kelautan Perikanan (FPKP) serta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Mereka dibagi ke dalam 145 tim, masing-masing didampingi oleh seorang Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) sebagai penjamin kelancaran pelaksanaan program dan komunikasi di lapangan.
Fokus: Soft Skill, Kolaborasi, dan Problem Solving
Rektor menegaskan bahwa kecerdasan akademik tidak cukup. Mahasiswa ditantang untuk mengasah kemampuan interpersonal, bekerja sama, dan menyelesaikan masalah kompleks di masyarakat.
“Pintar saja tidak cukup. Kalian akan bertemu orang dengan cara pikir berbeda. Di sinilah kolaborasi dan soft skill diuji,” ujarnya.
Ia juga memberikan penekanan khusus pada keselamatan dan martabat peserta, terutama perempuan.
“Jika ada bentuk eksploitasi—fisik, tenaga, atau psikis—STOP. Laporkan lewat DPL. Mahasiswa harus merasa aman, bermartabat, dan dihargai,” tegasnya.
Undana Berdampak: Jawab Tantangan Pembangunan NTT
Melalui KKN ini, Undana berkontribusi langsung dalam menyelesaikan persoalan seperti kemiskinan ekstrem, stunting, Kesehatan ibu dan bayi, akses air bersih dan edukasi komunitas.
“Ini bukan sekadar kegiatan kampus. Ini aksi nyata menjawab tantangan pembangunan. Harapan dari kementerian dan universitas sangat tinggi terhadap kontribusi kampus,” tambah Rektor Maxs.
Pemantauan dan Evaluasi Program KKN
Pelaksanaan KKN akan dipantau melalui laporan berkala DPL dan evaluasi akhir berbasis dampak. Undana berharap mahasiswa kembali bukan hanya membawa laporan, tapi juga pengalaman, nilai kemanusiaan, dan kepemimpinan.
“Kami ingin kalian kembali ke kampus sebagai pribadi yang lebih matang—siap menjadi agen perubahan dan pemimpin masa depan bangsa,” pungkasnya. (*/hms/rnc)





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan