So’E, RakyatNTT.ID Universitas Nusa Cendana (Undana) kembali membuktikan keseriusannya dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Sebanyak 350 mahasiswa diberangkatkan untuk menjalankan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur. Ini bukan sekadar program rutin, tapi langkah nyata menghadirkan perubahan sosial.

Kehadiran ratusan mahasiswa ini membawa misi besar: menjembatani ilmu kampus dengan tantangan nyata masyarakat. Mereka akan ditempatkan di 10 kecamatan dan 33 desa/kelurahan, menjalani KKN Alih Semester selama dua bulan dari Juli hingga Oktober 2025.

Iklan

Audiensi Strategis dengan Pemkab TTS

Dipimpin oleh Koordinator Dosen Pembimbing Lapangan, Dr. Detji Nuban, S.H., M.Hum., para mahasiswa melakukan audiensi dengan Pemerintah Kabupaten TTS pada 10 Juli 2025 di Aula Mutis, Kantor Bupati. Pertemuan ini menjadi penegas sinergi antara Undana dan Pemda dalam menyukseskan program KKN yang berdampak langsung pada masyarakat.

“Kami lapor diri bahwa anak-anak mahasiswa kami akan melakukan KKN di wilayah TTS. Komunikasi dan koordinasi dengan Pemda sangat penting,” jelas Dr. Detji.

Fokus Isu Krusial: Stunting, Rabies, dan Kemiskinan

Program KKN kali ini menargetkan isu-isu strategis seperti stunting, pencegahan rabies, dan pengentasan kemiskinan. Namun, pendekatan fleksibel tetap dikedepankan sesuai prioritas kebutuhan lokal tiap desa.

“Kami sesuaikan program dengan kondisi di lapangan. Prioritas bisa berubah tergantung kebutuhan warga setempat,” ungkap Dr. Detji.

Mahasiswa sebagai Agen Solusi

Dengan formasi kelompok kecil (10–12 mahasiswa per desa/kelurahan), Undana berharap peserta KKN mampu menjadi problem solver di tengah masyarakat. Mereka diharapkan tak hanya belajar, tapi juga memberikan solusi nyata dengan pendekatan ilmiah dan humanis.

Dr. Detji menekankan pentingnya menjaga etika dan sikap selama di lokasi KKN.

“KKN ini adalah bagian dari slogan ‘Undana Berdampak’. Teman-teman akan belajar di bangku kehidupan nyata,” katanya.

Berpartisipasi di Kegiatan Sosial dan Kemerdekaan

Tak hanya fokus pada program kerja, para mahasiswa juga akan terlibat aktif dalam kegiatan sosial, termasuk peringatan Hari Kemerdekaan RI 17 Agustus mendatang di wilayah perbatasan. Ini menegaskan kehadiran mereka bukan hanya sebagai pelaksana program, tapi juga bagian dari masyarakat setempat.

Apresiasi untuk Pemda TTS

Mengakhiri audiensi, Dr. Detji menyampaikan apresiasi mendalam kepada Pemda TTS atas sambutan dan kepercayaan yang diberikan.

“Terima kasih kepada Pemerintah TTS yang menerima kami. Salam hangat dari Bapak Rektor,” tutupnya. (*/hms/rnc)