“Event ini merupakan inisiatif strategis Pemprov NTT bersama pihak swasta, khususnya Jelajah Sport untuk mempromosikan potensi wisata alam dan budaya NTT melalui pendekatan sport tourism yang berdampak nyata bagi ekonomi daerah,” tambah Melki.

Tour de EnTeTe rencananya akan diikuti lebih dari 100 pembalap profesional dari dalam dan luar negeri. Mereka terbagi dalam 20 tim. Enam tim (30 pembalap) dari Indonesia dan sisanya 14 tim (70 pembalap) dari luar negeri.

Adapun negara-negara yang telah menyatakan minat untuk ambil bagian dalam event ini antara lain Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Vietnam, Laos, Kamboja, Australia, Selandia Baru, Tiongkok, Jepang, Hongkong, Taiwan. Beberapa klub profesional dari Uni Emirat Arab dan Eropa pun telah menyatakan kesiapan untuk terlibat dalam Tour de EnTeTe.

Ajang yang akan digelar pada 10–21 September 2025 mendatang ini, akan menyusuri lintasan sepanjang 10 etape yang membentang di tiga pulau utama NTT : Timor, Sumba, dan Flores. Akan dimulai dari Kota Kupang dan berakhir di Labuan Bajo.

Gubernur Melki memastikan bahwa Tour de EnTeTe akan membawa banyak dampak positif bagi masyarakat NTT.

“Tiga pulau utama di NTT yakni Timor, Sumba, dan Flores memiliki berbagai lanskap yang unik. Perjalanan panjang ini akan mendorong pergerakan ekonomi lokal dan menciptakan efek domino bagi pertumbuhan pariwisata yang lebih merata dan inklusif,” jelasnya.