Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Waingapu, RakyatNTT.ID – Kedatangan ratusan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang di Kabupaten Sumba Timur pada Sabtu malam (5/7/2025) disambut penuh antusias oleh masyarakat dan pemerintah daerah.
Mereka tiba di Pelabuhan Waingapu sekitar pukul 23.00 WITA dan langsung dijemput oleh perwakilan dari 12 kelurahan dan desa tempat mereka akan bertugas.
Para mahasiswa kemudian diarahkan ke rumah warga atau penginapan yang telah disiapkan, memastikan keamanan dan kenyamanan selama dua bulan masa pengabdian.
Disambut Harapan Besar di Tiap Wilayah
Para kepala desa dan lurah menyambut dengan harapan tinggi—mahasiswa KKN Undana dianggap sebagai agen perubahan yang membawa ide segar, pengetahuan, dan semangat membangun desa.
Mereka diharapkan mampu membantu mengembangkan potensi wilayah masing-masing dan memberikan dampak langsung pada sektor pertanian, pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan masyarakat.
Kolaborasi Nyata: Kisah dari Kelurahan Lambanapu
Di Kelurahan Lambanapu, Kecamatan Kambera, kolaborasi langsung terlihat sejak hari pertama. Ketua Kelompok KKN, Bernard Kabukut Radamuri Renggi, menceritakan keterlibatan mereka dalam apel pagi bersama staf kelurahan pada Senin (7/7). “Awalnya sempat ragu, tapi setelah diarahkan oleh Ibu Lurah, kami ikut dan diterima sangat baik,” ujar Bernard.
Dalam tiga hari pertama, kelompoknya berhasil memetakan kebutuhan masyarakat, khususnya di sektor pertanian seperti kebutuhan akan penyuluhan, benih, dan teknik pengolahan.
Lurah Lambanapu, Naomi Takandunu, memberi apresiasi tinggi. “Mereka responsif, punya akhlak baik, dan langsung menyusun program kerja secara proaktif sejak awal,” ujarnya.
Mahasiswa KKN ini memiliki latar belakang keilmuan yang beragam—dari teknik sipil hingga psikologi—yang diharapkan bisa diintegrasikan dalam program seperti pembangunan rabat jalan, pemberdayaan Posyandu, dan penanganan stunting.
Suara Harapan dari Desa dan Kelurahan Lainnya
Plt. Lurah Malumbi, Elias Retang Wahangara, menilai kehadiran mahasiswa sebagai “semangat baru” yang dapat menjawab persoalan ekonomi, pendidikan, dan kesehatan warganya.
Kepala Desa Kuta, Ngiru Talumeha, menekankan pentingnya keterlibatan mahasiswa dalam promosi potensi wisata lokal. Ia juga berharap dukungan mahasiswa hukum untuk menyusun peraturan desa tentang penambangan pasir dan pengelolaan ternak.
Sementara itu, di Desa Hambapraing, Kepala Desa Retang Pekuali berharap besar pada kontribusi mahasiswa. Desa ini memiliki indeks pendidikan rendah dan potensi pertanian seperti sorgum dan kacang tanah yang belum tergarap maksimal. Retang bahkan ingin menjadikan desanya sebagai lokasi KKN tahunan Undana.
DPL Undana: KKN Sebagai Jembatan Ilmu dan Realita
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Undana di Sumba Timur, Ir. Dominggus Benyamin Osa, MP, menjelaskan bahwa program ini adalah sarana mahasiswa untuk belajar langsung dari masyarakat, mengenal karakter lokal, serta memetakan potensi dan persoalan desa.
Pada tahap awal, mahasiswa akan menggelar survei mendalam, yang kemudian dibahas dalam rembuk warga untuk menentukan program prioritas. “Kami harap program kerja ini bisa berdampak nyata. Jika ada program yang belum selesai, itu bisa ditindaklanjuti pemerintah desa dan Undana melalui kerja sama jangka panjang,” jelas Dominggus. (*/hms/rnc)





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan