Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Tak hanya pihak kampus, Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, juga hadir dan memberikan sambutan inspiratif. Ia menyatakan dukungan penuh Pemkot Kupang terhadap pengembangan industri perfilman lokal.
“Ada kebutuhan mendesak untuk menyediakan ruang bagi anak muda berbakat. Pemkot Kupang akan mendukung lebih banyak inisiatif seperti ini,” tegasnya.
Ia bahkan membocorkan rencana peluncuran program “Sunset Cinema”, yang diharapkan bisa menjadi wadah tayang film lokal, termasuk karya mahasiswa Undana.
Diskusi Interaktif: Belajar dari Balik Layar
Setelah pemutaran film, acara dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif bersama tim produksi dari masing-masing film. Penonton bebas bertanya seputar proses kreatif, tantangan produksi, hingga nilai dan pesan yang ingin disampaikan.
Diskusi ini memperkaya wawasan penonton dan menjadi sarana edukasi sinematografi praktis dari mahasiswa kepada publik.
Antusiasme Penonton dan Harapan ke Depan
Salah satu penonton, Yohanes Budiman, mengungkapkan kekagumannya.
“Semua film yang diputar sangat keren dan punya pesan yang menyentuh. Ini bukti nyata bahwa generasi muda NTT punya potensi luar biasa,” katanya.
Keberhasilan acara ini tak hanya menjadi bukti kemampuan mahasiswa Jikom, tapi juga memperkuat posisi Prodi Ilmu Komunikasi Undana sebagai motor penggerak kreatif di dunia perfilman Kupang dan NTT. (*/hms/rnc)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan