Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Jakarta, RakyatNTT.ID — Indonesia kehilangan salah satu ekonom senior paling kritis dan tajam, Kwik Kian Gie, yang wafat pada Rabu malam, 30 Juli 2025.
Meski berasal dari etnis Tionghoa, nasionalisme dan dedikasi Kwik terhadap bangsa tidak pernah diragukan.
Mantan Menteri Perindustrian, Saleh Husin, menyampaikan duka mendalam dan menggarisbawahi pentingnya sosok seperti Kwik bagi bangsa.
“Pemikiran tajam dan kritis Pak Kwik memang sering membuat gerah, tapi tokoh seperti beliau sangat diperlukan sebagai pengingat dan penyeimbang. Beliau adalah alat kontrol dalam pengambilan kebijakan agar tetap berpihak pada kemajuan dan kemakmuran rakyat,” ujar Saleh di rumah duka RSPAD Gatot Soebroto.
Saleh hadir bersama sang putra, Andzal Rizky Putra, untuk memberikan penghormatan terakhir kepada mantan Menteri Bappenas tersebut.
Obrolan Ekonomi di Tengah Suasana Duka
Di rumah duka, Saleh Husin bertemu sejumlah tokoh nasional dan pengusaha besar seperti Anthony Salim (Indofood Group), Prof. Hendrawan Supratikno (anggota DPR), Guruh Soekarno Putra, serta pengusaha Jahja Soenaryo.
“Obrolan kami di tempat duka membahas banyak hal, mulai dari jejak pemikiran kritis Pak Kwik hingga kondisi ekonomi nasional dan global. Menariknya, pengusaha sekaliber Pak Anthony Salim pun tetap optimis dalam menyikapi situasi ekonomi saat ini dan masa depan,” ungkap Saleh.
Sosok Nasionalis Kritis yang Dibutuhkan Bangsa
Kwik Kian Gie dikenal sebagai sosok intelektual dan teknokrat yang berani berbeda suara, bahkan ketika menjabat di pemerintahan. Pandangan ekonominya yang berlandaskan pada keadilan sosial dan kepentingan rakyat kecil seringkali menjadi peringatan bagi para pengambil kebijakan.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan