“Tenun ikat harus dilihat sebagai aset budaya sekaligus sumber ekonomi kreatif yang perlu kita dukung secara berkelanjutan,” tegasnya.

Perindo Fokus pada Perempuan, Pemuda, Pekerja, Disabilitas, dan UMKM

Langkah pemberdayaan ini sejalan dengan program strategis Partai Perindo di bawah kepemimpinan Angela Tanoesoedibjo, yang memprioritaskan kelompok 5P (Perempuan, Pemuda, Pekerja, Penyandang Disabilitas, dan UMKM) sebagai motor pertumbuhan inklusif dalam lima tahun ke depan.

“Kami berharap kelompok tenun ini bukan hanya bertahan, tetapi tumbuh dan mampu menembus pasar lebih luas,” tambah Marthen.

Iklan

Dorong Kolaborasi dan Akses Pasar

Selain bantuan bahan baku, Marthen juga mendorong kolaborasi lintas sektor untuk mendampingi kelompok tenun melalui pelatihan, pendampingan, dan pemasaran digital maupun fisik seperti pameran.

“Kita perlu memberikan dukungan berkelanjutan agar tenun ikat tetap eksis dan berkembang sebagai kebanggaan daerah,” tandasnya. (*/rnc)