Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Karena menu yang ditawarkan “Dapoer Koepang” adalah masakan rumahan, membuat sejumlah karyawan perkantoran dan pegawai ASN tak perlu lagi balik ke rumah saat jam makan siang tiba. “Untuk apa pulang rumah lagi. Masakannya sama koq dengan yang di rumah. Murah lagi. Hanya 15 sampai 20 ribu,” aku Herman, pegawai kantor gubernur NTT.
Menurut Kong Sinlae, masakannya selalu habis tiap hari. Caranya, menu yang habis, langsung dimasak lagi. “Jadi kitchen stand by terus. Kami tidak masak dalam porsi banyak. Kalau habis, baru dimasak lagi. Jadi selalu fresh,” sebut Kong Sinlae seraya mengaku tidak mengunakan penyedap rasa di setiap masakannya. “Penyedap rasa justru bikin banyak orang sakit. Terutama sakit kepala,” sebutnya.
Untuk ukuran Resto “Dapoer Koepang”, mempekerjakan 20 karyawan terbilang besar. Mereka melayani dengan gesit dan cekatan. “Saya tidak mau pelanggan menunggu lama. Begitu dia pesan, makanan langsung diantar. Pelanggan adalah raja. Saya mengajarkan karyawan untuk melayani dengan ramah dan cepat. Dan yang terutama, kebersihan tempat usaha bahkan kamar mandi, harus benar-benar bersih, sehingga konsumen nyaman dan datang lagi,” imbuh Kong Sinlae.
Walaupun ramai pengunjung, Kong Sinlae tetap berbagi dengan sesamanya pengelola usaha rumah makan atau kuliner. Dia menutup usahanya di jam lima sore. Malam hari tutup. “Saya mengerti. Berbagi dengan sesama UMKM perlu. Jadi kami tutup jam lima sore, tiap hari. Malam tidak buka,” kata Kong Sinlae.




WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan