Kupang, RakyatNTT.ID – Dua pendaki asal Kota Kupang, Veki Poro dan Wene Lodo, sempat dilaporkan hilang saat melakukan pendakian di Puncak Babnain, Kecamatan Mutis, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur.

Keduanya tergabung dalam Tim Kupang yang ikut mendaki bersama rombongan pencinta alam pada Sabtu, 28 Juni 2025.

Kronologi Kehilangan di Gunung Mutis Babnain

Rombongan pendaki berjumlah 17 orang terbagi dalam dua tim:

Iklan
  • Tim Kefamenanu–Atambua (11 orang) dipimpin Arnoldus Bani
  • Tim Kupang (6 orang) dipimpin Veki Poro

Pada Minggu, 29 Juni, seluruh peserta menuju puncak Babnain. Namun, setelah kegiatan di puncak, Veki dan Wene memilih turun lebih awal untuk menyiapkan makan malam di base camp. Sejak saat itu, keduanya tidak terlihat dan tidak kembali ke tenda.

Pencarian dilakukan setelah pesan suara dari Veki diterima rombongan lain yang memberi sinyal bahwa mereka tersesat.

Tim SAR Bergerak Cepat meski Cuaca Ekstrem

Informasi hilangnya dua pendaki dilaporkan ke Polsek Miomaffo Barat dan Basarnas Kabupaten Belu pada Minggu malam. Tim gabungan dari SAR, BPBD TTU, Polri, dan warga lokal langsung menuju lokasi pencarian.

Menurut Iptu Wilco Mitang, cuaca berkabut dan hujan deras menjadi tantangan utama pencarian. Jalur pendakian juga tidak familiar karena pendaki tidak menggunakan tour guide lokal.

“Puncak Babnain tidak dibuka untuk pendakian umum dan tidak memiliki jalur resmi maupun fasilitas pendukung,” jelas Wantoko, Kabid KSDA BBKSDA NTT.

Berhasil Ditemukan dalam Kondisi Selamat

Setelah upaya pencarian intensif, kedua pendaki ditemukan dalam keadaan selamat. Namun, karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan evakuasi turun, tim SAR memutuskan untuk bermalam di puncak bersama para survivor.

“Saat ini Veki dan Wene berada dalam kondisi sehat. Tim akan bermalam di lokasi hingga cuaca memungkinkan evakuasi,” tambah Wantoko.

BBKSDA NTT menegaskan bahwa lokasi Puncak Babnain belum dibuka untuk pendakian umum. Pendaki diimbau untuk mengurus izin resmi dan menggunakan pemandu lokal agar menghindari risiko keselamatan. (*/rnc)