Jakarta, RakyatNTT.ID Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data terbaru angka kemiskinan Indonesia per Maret 2025. Hasilnya, Jawa Timur menjadi provinsi dengan jumlah penduduk miskin terbanyak, sementara Papua Pegunungan mencatat persentase kemiskinan tertinggi secara nasional. NTT masih masuk jajaran 10 besar provinsi termiskin di Indonesia.

Jawa Timur Tertinggi dari Segi Jumlah Penduduk Miskin

Berdasarkan Berita Resmi Statistik BPS, tiga provinsi di Pulau Jawa mendominasi daftar provinsi dengan jumlah penduduk miskin terbesar:

  • Jawa Timur: 3.875.880 jiwa
  • Jawa Barat: 3.654.750 jiwa
  • Jawa Tengah: 3.366.690 jiwa

Tingginya angka di ketiga provinsi ini sejalan dengan jumlah populasi yang memang terbesar secara nasional.

Menyusul di posisi keempat dan kelima:

  • Sumatera Utara: 1.140.250 jiwa
  • Nusa Tenggara Timur (NTT): 1.088.780 jiwa

Penurunan Signifikan di Sebagian Besar Provinsi

Secara nasional, 28 dari 38 provinsi mengalami penurunan jumlah penduduk miskin dibandingkan periode sebelumnya (September 2024). Rinciannya:

  • Jawa Timur: turun -0,46%
  • Jawa Barat: turun -0,37%
  • Jawa Tengah: turun -0,87%

Penurunan terbesar terjadi di Kepulauan Riau, dengan penurunan -6,15%, dari 124.960 jiwa menjadi 117.280 jiwa.

Namun, tidak semua provinsi mengalami tren positif. Papua, Sumatra Utara, dan Kalimantan Utara justru mencatat kenaikan jumlah penduduk miskin masing-masing sebesar 6,40%, 2,64%, dan 3,55%.

Papua Pegunungan Punya Persentase Kemiskinan Tertinggi

Dari sisi persentase, Papua Pegunungan menduduki posisi tertinggi dengan angka 30,03% penduduk hidup di bawah garis kemiskinan.

Disusul oleh Papua Tengah: 28,9%, Papua, Papua Selatan, dan Papua Barat Daya: antara 17–20%.

Faktor utama tingginya kemiskinan di Papua adalah kualitas SDM yang rendah, tingginya biaya hidup, serta terbatasnya akses keuangan dan pekerjaan.

Jumlah Penduduk Miskin Nasional Turun

Secara total nasional, jumlah penduduk miskin di Indonesia turun menjadi 23,85 juta jiwa atau setara dengan 8,74% dari total populasi. Ini merupakan penurunan 0,1 persen poin dari September 2024.

Deputi Statistik Sosial BPS, Ateng Hartono, menyatakan bahwa Indonesia mencatatkan penurunan 0,2 juta jiwa dalam jumlah penduduk miskin dalam periode enam bulan terakhir.

Perdesaan Masih Tertinggal

Kemiskinan masih dominan di wilayah pedesaan:

  • Maret 2025: 11,03%
  • September 2024: 11,34%

Penurunan ini menggambarkan adanya perbaikan, namun juga menegaskan bahwa pemerataan pembangunan masih menjadi tantangan utama, terutama di wilayah timur dan pedalaman.

Persentase Penduduk Miskin Per Provinsi (Sep 2024-Mar 2025):

  1. Aceh (12,64%-12,33%)
  2. Sumatera Utara (7,19%-7,36%)
  3. Sumatera Barat (5,42%-5,35%)
  4. Riau (6,36%-6,16%)
  5. Jambi (7,26%-7,19%)
  6. Sumatera Selatan (10,51%-10,15%)
  7. Bengkulu (12,52%-12,08%)
  8. Lampung (10,62%-10%)
  9. Kep. Bangka Belitung (5,08%-5%)
  10. Kep. Riau (4,78%-4.44%)
  11. DKI Jakarta (4,14%-4.28%)
  12. Jawa Barat (7,08%-7.02%)
  13. Jawa Tengah (9,58%-9,48%)
  14. DI Yogyakarta (10,4%-10,23%)
  15. Jawa Timur (9,56%-9,5%)
  16. Banten (5,7%-5,63%)
  17. Bali (3,8%-3,72%)
  18. NTB (11,91%-11,78%)
  19. NTT (19,02%-18,6%)
  20. Kalimantan Barat (6,25%-6,16%)
  21. Kalimantan Tengah (5,26%-5,19%)
  22. Kalimantan Selatan (4,02%-3,84%)
  23. Kalimantan Timur (5,51%-5,17%)
  24. Kalimantan Utara (5,38%-5,54%)
  25. Sulawesi Utara (6,7%-6,71%)
  26. Sulawesi Tengah (11,04%-10,92%)
  27. Sulawesi Selatan (7,77%-7,6%)
  28. Sulawesi Tenggara (10,63%-10,54%)
  29. Gorontalo (13,87%-13,24%)
  30. Sulawesi Barat (10,71%-10,41%)
  31. Maluku (15,78%-15,38%)
  32. Maluku Utara (6,03%-5,81%)
  33. Papua Barat (21,09%-20,66%)
  34. Papua Barat Daya (16,95%-17,95%)
  35. Papua (18,09%-19,16%)
  36. Papua Selatan (19,35%-19,71%)
  37. Papua Tengah (27,6%-28,9%)
  38. Papua Pegunungan (29,66%-30,03%)

(*/rnc)