Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Kunci transformasi dampak negatif menjadi peluang pembelajaran terletak pada kolaborasi keluarga-sekolah-pemerintah. Orang tua perlu mengambil peran aktif sebagai “digital mediator” dengan memadukan pendampingan teknis dan kelekatan emosional, sementara kebijakan publik harus menjamin terciptanya ekosistem digital yang aman bagi generasi muda.
Pada akhirnya, keseimbangan antara dunia digital dan interaksi manusiawi tetap menjadi parameter utama tumbuh kembang anak yang holistik.
Dampak negatif internet pada anak bersifat multidimensi dan memerlukan respons terintegrasi. Regulasi pemerintah (PP 17/2025), inovasi teknologi (e.g., ProtekSi Kecil), dan peningkatan literasi keluarga menjadi pilar krusial . Kolaborasi lintas sektor harus diperkuat agar ruang digital menjadi “taman tumbuh kembang” anak, bukan “ladang ancaman” . Orang tua perlu secara aktif mendampingi anak, bukan hanya mengandalkan pembatasan teknis. (*)



WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan