Kupang, RNC – Wakil Bupati Sabu Raijua, Ir. Thobias Uly, M.Si, hadir dalam Forum Koordinasi dan Konsolidasi Arah Kebijakan Kesehatan Provinsi NTT yang digelar di Aula Rumah Jabatan Gubernur NTT, Rabu, 4 Juni 2025.

Forum yang mengusung tema “Dari Target Menjadi Aksi: Wujudkan Masyarakat Sehat NTT” dibuka langsung oleh Gubernur NTT dan dihadiri pejabat tinggi nasional dan daerah.

Sabu Raijua: Daerah 3T yang Tetap Berikan Pelayanan Kesehatan Gratis

Dalam forum, Wakil Bupati Ir. Thobias Uly menekankan bahwa meski Sabu Raijua berstatus daerah 3T dengan keterbatasan fiskal, pelayanan kesehatan telah dan terus diberikan secara gratis kepada masyarakat.

Iklan

“Ini bukan hal baru bagi kami. Dengan segala keterbatasan, program ini tetap berjalan dan akan terus kami percepat di lapangan,” ujar Wabup.

Wabup juga menyampaikan persoalan krusial terkait kebijakan larangan tenaga kontrak, termasuk untuk tenaga kesehatan. Padahal, APBD 2025 sudah mengalokasikan anggaran untuk membayar dokter kontrak.

“Kami bingung. Anggaran ada, tapi terbentur aturan pusat. Kami butuh solusi konkret,” tegasnya kepada Sekjen Kemenkes RI dan Dirjen Kesmas.

Rumah Sakit Pratama di Pulau Raijua Butuh Dukungan Fasilitas

Pemerintah Sabu Raijua juga telah menyelesaikan pembangunan Rumah Sakit Pratama di Kecamatan Raijua, pulau terluar yang berbatasan langsung dengan Australia. Namun hingga kini, fasilitas dan perlengkapan medis belum tersedia.