Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Teheran, RakyatNTT.ID – Ketegangan antara Iran dan Israel kembali meningkat tajam setelah serangan udara Israel yang menewaskan sejumlah pejabat militer dan ilmuwan nuklir Iran. Insiden ini langsung memicu kemarahan publik dan pemerintah di Teheran.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian, dalam pidatonya yang disiarkan secara nasional pada Jumat, 13 Juni 2025, menegaskan bahwa negaranya akan merespons dengan balasan tegas dan terukur.
“Republik Islam Iran akan memberikan jawaban yang bijaksana dan kuat kepada rezim penjajah,” ujarnya merujuk pada Israel, seperti dikutip Euronews.
Ancaman Eskalasi Nuklir
Pengamat internasional kini khawatir serangan ini akan mempercepat keputusan Iran untuk keluar dari komitmen pengendalian senjata, termasuk Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT) dan kesepakatan nuklir 2015. Banyak analis percaya, serangan Israel ini bisa menjadi katalis bagi Iran untuk membangun senjata nuklir secara terbuka.
Menurut Kenneth Pollack dari Middle East Institute, “Israel mungkin telah membuka kotak Pandora: kemungkinan terburuk kini menjadi yang paling realistis.”
Jonathan Panikoff dari Dewan Atlantik menambahkan bahwa tekanan internal dapat mendorong Iran untuk segera mempersenjatai diri sebelum kesempatan itu hilang.
Fakta Teknis: Uranium Siap Bom
Laporan terbaru IAEA menunjukkan Iran telah memperkaya uranium hingga 60%, hanya satu langkah teknis dari level senjata (90%). Per 17 Mei 2025, Iran memiliki 9.247 kg uranium, termasuk 408,6 kg yang telah diperkaya 60%. Diperkirakan jumlah ini cukup untuk membuat hingga sembilan bom nuklir.
Meski tindakan langsung belum terlihat, para ahli meyakini bahwa Iran tengah menyusun strategi jangka panjang untuk menjawab tekanan ini secara sistematis.
Opsi Balasan Iran: Rudal, Siber, Propaganda
Iran tidak hanya mengandalkan diplomasi atau nuklir. Balasan balistik dan siber menjadi opsi yang paling mungkin dalam waktu dekat:
Iran memiliki arsenal rudal terbesar di Timur Tengah, termasuk Fattah-1 dan Qasem Basir — rudal hipersonik dan jelajah canggih buatan dalam negeri.
Serangan siber ke Israel juga bukan hal baru. Pada 2023, Iran berhasil melumpuhkan jaringan listrik rumah sakit di Israel.
Iran juga memiliki kekuatan propaganda digital yang kian agresif di media sosial dan kanal berita internasional.
Jalan Diplomasi yang Kian Sempit
Di tengah panasnya situasi, delegasi AS dan Iran dijadwalkan bertemu di Oman untuk melanjutkan putaran ke-6 negosiasi nuklir. Namun, para analis skeptis bahwa kesepakatan bisa tercapai pasca serangan ini.
Pollack menyebut, “Tanpa kesepakatan baru, serangan Israel memang menghambat program nuklir Iran sesaat, tapi mempercepat ancaman jangka panjangnya.” (*/rnc)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan