Jakarta, RakyatNTT.ID – Perang Israel dan Iran tidak hanya berdampak di darat, tetapi juga di langit. Para pilot penerbangan sipil mengaku terkejut saat melihat rudal melesat di langit saat mereka menjalankan tugas melintasi kawasan Timur Tengah.

Salah satu pilot yang menyaksikan langsung momen mencekam tersebut adalah Kapten Rudi van Pangemanan, atau akrab disapa Kapten Rud. Ia adalah pilot senior Indonesia yang kini mengoperasikan pesawat Max Air, maskapai asal Nigeria.

Menurut pengakuannya, rudal-rudal itu terlihat jelas dari kokpit saat ia terbang malam hari, tepatnya pada Sabtu malam, 15 Juni 2025. Awalnya ia mengira kilatan cahaya itu hanya pesta kembang api. Namun tak lama kemudian, ia menyadari bahwa yang terlihat di depan matanya adalah rudal sungguhan—rudal Israel dan Iran.

Iklan

“Penerbangan malam selalu penuh tantangan, tapi malam itu kami kira hanya kembang api. Ternyata rudal perang Israel-Iran. Banyak pilot juga melihat dan mengubah haluan terbang mereka demi keselamatan,” tulis Kapten Rud di akun media sosialnya, dikutip Sabtu (21/6/2025).

Fenomena ini bukan hanya dirasakan oleh Kapten Rud. Pilot dari berbagai maskapai sipil lainnya pun dilaporkan menyaksikan pemandangan serupa dan segera mengalihkan rute penerbangan ke jalur yang lebih aman.

Max Air, maskapai tempat Kapten Rud bertugas, dikenal sebagai operator penerbangan domestik dan internasional asal Nigeria, yang juga mengoperasikan pesawat berbadan lebar seperti Boeing 747-400.

Dalam postingan pribadinya, Kapten Rud terlihat tengah menunaikan ibadah sebelum take off, berdiskusi dengan kru, hingga merekam momen cahaya rudal yang melintasi langit gelap Timur Tengah.

Kapten Rud sendiri merupakan pilot senior asal Indonesia, yang pernah dikenal sebagai andalan Lion Air. Ia tercatat pernah menerbangkan rute menegangkan sehari setelah kecelakaan tragis Sriwijaya Air SJ 182 pada Januari 2021, menunjukkan dedikasi dan profesionalismenya dalam kondisi ekstrem.

Sementara itu, hingga hari kesembilan perang Israel-Iran, belum ada tanda-tanda deeskalasi. Kedua negara terus melancarkan serangan dan menunjukkan kecanggihan alat utama sistem persenjataan (alutsista) mereka. (*/rnc)