Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Tel Aviv, RakyatNTT.ID – Konflik bersenjata antara Israel dan Iran kembali memanas, mengakibatkan ratusan korban jiwa akibat serangan rudal balistik yang saling dilancarkan sejak Jumat (13/06) hingga Minggu malam waktu setempat.
Korban Jiwa Meningkat di Iran dan Israel
Menurut Kementerian Kesehatan Iran, serangan udara Israel telah menewaskan sedikitnya 224 orang, dengan 1.227 lainnya terluka. Salah satu korban tewas adalah Mohammad Kazemi, kepala intelijen IRGC, bersama wakilnya Hassan Mohaqeq dan komandan Mohsen Baqeri. Ketiganya tewas dalam serangan pada Minggu (15/6/2025).
Sementara itu di Israel, serangan balasan Iran menghantam kota Haifa, Tel Aviv, dan Jerusalem, menyebabkan 10 orang tewas dan sekitar 100 orang luka-luka.
Target Serangan: Fasilitas Strategis Iran
Israel mengklaim telah menyerang 250 lokasi strategis, termasuk markas besar Kementerian Pertahanan Iran, Organisasi Inovasi dan Penelitian Pertahanan, fasilitas nuklir di Natanz dan Isfahan dan kilang dan kapal tanker minyak Shahran.
Video dari warga yang diverifikasi BBC Verify menunjukkan ledakan besar di depot minyak barat laut Teheran.

Trump Tolak Rencana Israel Bunuh Ayatollah Khamenei
Sumber dari CBS News menyebutkan bahwa Presiden AS Donald Trump menolak rencana Israel untuk membunuh Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Tiga pejabat AS mengatakan Trump memperingatkan PM Israel Benjamin Netanyahu bahwa itu “bukan ide yang bagus.”
Meski tidak mengonfirmasi secara eksplisit, Netanyahu dalam wawancara dengan Fox News menyatakan:
“Kami melakukan apa yang perlu kami lakukan. Dan saya rasa AS tahu apa yang baik untuk mereka.”
Rezim Iran Dinilai Melemah, Israel Dorong Perubahan
Netanyahu menyebut bahwa rezim Iran saat ini “tidak memiliki rakyatnya” dan mengklaim bahwa “80% rakyat Iran ingin menggulingkan pemerintah.” Ia juga menyinggung bahwa perubahan rezim di Iran bisa jadi hasil dari konflik saat ini.
Namun, Netanyahu juga menegaskan bahwa gencatan senjata bukan solusi utama karena ancaman utama adalah pengembangan senjata nuklir Iran.
“Masalahnya adalah menghentikan apa pun yang mengancam kelangsungan hidup kita,” tambahnya.
Iran sendiri terus membantah memiliki program senjata nuklir, namun ketegangan terus meningkat seiring pernyataan keras dari kedua pihak. (*/rnc)





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan