Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Namun, luka masa kecil bukanlah takdir. Kesadaran adalah langkah pertama menuju penyembuhan. Mengakui bahwa kita pernah terluka, memvalidasi rasa sakit itu, dan mencari bantuan profesional bukanlah tanda kelemahan, melainkan keberanian. Menurut hasil riset American Psychological Association (APA, 2023), terapi berbasis compassion-focused therapy (CFT) dan emotion-focused therapy (EFT) telah terbukti efektif mengatasi luka batin akibat relasi orang tua-anak yang tidak sehat.
Proses penyembuhan ini juga menuntut keberanian untuk menetapkan batas sehat dalam relasi yang selama ini menyakiti. Kita belajar memisahkan antara mengampuni dan terus membiarkan luka yang sama kembali terjadi. Bahkan, riset dari Psychology Today (2020) menunjukkan bahwa kemampuan membangun batasan emosional yang sehat merupakan indikator kunci dalam kesehatan mental jangka panjang.
Di sisi lain, menjadi orang tua yang sadar adalah upaya memutus rantai luka tersebut. Orang tua masa kini harus belajar kembali bahwa mendengarkan anak tanpa menghakimi, memberikan pujian yang tulus, serta mendukung otonomi dan ekspresi diri anak adalah investasi jangka panjang. Penelitian dari UNICEF (2021) tentang positive parenting menekankan pentingnya komunikasi empatik dan konsistensi dalam pengasuhan untuk membangun hubungan emosional yang sehat antara orang tua dan anak.



WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan